Diposting : 8 June 2016 14:21
I Made Darna - Bali Tribune
sidak
Keterangan Gambar: 
SIDAK - Wabup Ketut Suiasa bersama TPID Badung melakukan sidak ke Gudang Bulog Sempidi, Selasa (7/6).

Mangupura, Bali Tribune

Wakil Bupati (Wabup) Badung I Ketut Suiasa bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Badung melakukan sidak ke sejumlah pasar dan agen LPG, termasuk Gudang Bulog, Selasa (7/6). Sidak ini untuk memastikan ketersediaan barang/pangan dan stabilitas harga pada bulan Puasa dan Hari Raya Lebaran.

Adapun tempat yang disidak rombongan Wabup meliputi Gudang Perum Bulog Kabupaten Badung di Jalan Raya Sempidi Mengwi, agen LPG Indo Bali Gas di Jalan Madu Taki No. 11 Kerobokan Kaja, pangkalan LPG di Perumahan Dalung Permai dan pangkalan LPG di Kuta serta pemantauan di Pasar Kuta II.

Di Gudang Perum Bulog di Sempidi, rombongan Wabup diterima Kepala Gudang Bulog Baru A.A. Eka Lesmana. Menurutnya Eka Lesmana, stok beras di gudang bulog untuk 22 bulan kedepan cukup aman.

Kemudian sidak dilanjutkan ke agen LPG Indo Bali Gas di Kuta Utara termasuk Pangkalannya yang ada di Perumahan Dalung Permai dan Kuta. Menurut Direktur Utama (Dirut) Indo Bali Gas Dewi Supriani, ketersediaan gas 3 kg di tempatnya untuk beberapa bulan kedepan juga cukup aman termasuk distribusinya juga lancar. Dijelaskan untuk gas 3 kg dijual ke pangkalan seharga Rp13.300 dan dari pangkalan kepada pengecer maupun konsumen dijual Rp14.500.

Sidak diakhiri di Pasar Kuta II. Di lokasi ini Suiasa bersama TPID sempat menanyakan kepada para pedagang baik yang menjual kebutuhan pokok maupun daging mengenai harga saat bulan puasa ini. Di Pasar Kuta II stok kebutuhan pokok juga cukup aman dan harganya stabil. “Sidak ini sebagai upaya pemerintah daerah dalam mengontrol harga barang, baik sebelum puasa maupun pada bulan puasa,” kata Suiasa.

Ia juga menyatakan dari sidak ini dari ketersetiaan barang kebutuhan pokok mulai dari beras yang ada di bulog cukup aman untuk 22 bulan kedepan dan ketersediaan kebutuhan pokok lainnya cukup signifikan. “Dengan ketersediaan yang cukup, tingkat inflasi juga bisa ditekan,” tambahnya.

Bagaimana terkait fluktuasi harga? Menurut Suiasa fluktuasi harga memang tidak bisa dipungkiri, namun demikian masih dalam suatu kewajaran. “Khusus untuk gas kami akan undang agen gas di Badung untuk duduk bersama dan membuat kesepakatan (MoU) mengenai interval batas maksimal harga gas untuk masyarakat. Ini penting agar masyarakat tidak terlalu dibebani, dan pihak lain justru mempermainkan harga,” pungkas mantan Wakil Ketua DPRD Badung ini.