Diposting : 15 May 2018 00:16
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Porsenijar
Keterangan Gambar: 
JUARA – Plt Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara tampak menyerahkan piala kepada pemenang tingkat SMP.
BALI TRIBUNE - Setelah berlangsung selama sepekan, Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Kota Denpasar tahun 2018  ditutup secara resmi oleh Plt.Walikota Denpasar  IGN. Jaya Negara di Stadion Ngurah Rai Denpasar, Sabtu (12/5).
 
Untuk cabang olahraga, keluar sebagai juara umum tingkat SD, yakni Kecamatan Denpasar Barat (Denbar) dengan 49 emas, 48 perak dan 52 perunggu. Untuk tingkat SMP juara umum digondol SMPN 2 Denpasar dengan 33 emas, 25 perak dan 37 perunggu. Untuk tingkat SMA/SMK juara umum disabet SMAN 1 Denpasar dengan 37 emas, 16 perak dan 15 perunggu.
 
Sedangkan dalam cabang seni, tingkat SD juara umum diraih Kecamatan Denpasar Timur dengan 9 emas, 10 perak dan 6 perunggu. Untuk tingkat SMP juara umum SMPN 2 Denpasar dengan 4 emas dan 1 perak.  
 
Plt Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan, Porsenijar merupakan kegiatan pengembangan diri yang harus lebih diefektifkan sebagai ajang pencarian bibit atlet dan seniman. Menggali sebanyak mungkin potensi siswa sehingga pada kegiatan seperti Porsenijar akan lebih banyak lagi anak didik yang akan ikut berpartisipasi.
 
Dengan semakin banyaknya anak didik terlibat, kata pria yang akrab disapa Gung Jaya ini, maka semakin banyak pula bibit atlet dan seniman akan bersaing, yang tentunya akan sangat baik bagi perkembangan prestasi olahraga dan seni di Kota Denpasar.
 
Ditambahkan Gung Jaya, seluruh atlet supaya memanfaatkan dengan maksimal semua sarana prasarana olahraga yang sudah disediakan Pemkot Denpasar. “Kita ingin kegiatan olahraga menjadi suatu budaya di Kota Denpasar sehingga kita harapkan masyarakat akan semakin bugar dan tentunya prestasi dalam bidang olahraga terus meningkat,” ujarnya.
 
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, Wayan Gunawan mengatakan Porsenijar yang telah berlangsung sepekan ini telah berjalan dengan lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia.
 
Selama penyelenggaraan tidak ada masalah menonjol. Namun setiap pertandingan olahraga pasti ada riak-riak kecil yang muncul akibat fanatisme para pendukung masing-masing sekolah. Hal tersebut masih dalam batas-batas wajar, karena semua komponen yang terlibat selalu menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.