Bali Tribune, Jumat 27 April 2018
Diposting : 12 April 2018 15:19
Redaksi - Bali Tribune
Erupsi
Keterangan Gambar: 
ERUPSI - Nampak visual Gunung Agung saat terjadi erupsi, Rabu (11/4).
BALI TRIBUNE - Gunung Agung kembali erupsi pada Rabu (11/4) sekitar pukul 09.04 Wita. Erupsi ini terjadi setelah sebelumnya sejumlah warga yang tinggal di lereng Gunung Agung mendengar suara gemuruh yang berasal dari kawah Gunung Agung.
 
Dari patauan kemarin, kolom abu vulkanik menyembul dari kawah hingga ketinggian 500 meter dari permukaan kawah, di mana kolom abu tersebut bergerak condong mengarah ke Barat Daya.
 
“Ya, terjadi erupsi kecil dan kolom abu mengarah ke Barat Daya,”  ucap Nurul Husaeni, salah satu petugas di Pos Pengamatan Gunung Agung,  Kecamatan Rendang, kemarin.
 
Tidak banyak masyarakat yang menyadari jika kemarin pagi itu telah terjadi erupsi, masyarakat baru mengetahui terjadinya erupsi setelah beredar kabar di media sosial termasuk berita laporan Magma VAR, PVMBG Kementrian ESDM.
 
Beberapa saat setelah terjadi erupsi, Pasebaya Agung langsung bergerak mengumpulkan informasi dari para relawannya yang tersebar di lingkar Gunung Agung guna mengetahui daerah yang terdampak hujan abu vulkanik.
 
Ketua Pesebaya Agung, I Gede Pawana, kepada wartawan Rabu kemarin menyebutkan, jika kolom abu secara visual yang diamati oleh para relawan lebih condong mengarah ke Barat Daya.
 
 Dari laporan relawan kata dia, sejumlah desa di Kecamatan Rendang terpapar hujan abu tipis hingga ke wilayah Kabupaten Bangli. “Masyarakat tinggal memantau lewat HT, juga tetap sambil beraktivitas,” ucapnya sembari berharap agar masyarakat tetap tenang dan memantau terus perkembangannya melalui Radio Pasebaya. Artinya jika nantinya kalau memang harus dilakukan langkah-langkah pihaknya akan tetap menyampaikan lewat Radio Pasebaya.
 
 Berdasarkan laporan Magma VAR yang dikeluarkan PVMBG, dilaporkan terjadi dua kali embusan dengan amplitude 4-10 mm dengan durasi 20 sampai 50 detik. Juga terjadi gempa vulkanik dangkal sebanyak 1 kali dengan amplitude 4 mm dan durasi 14 detik. Gempa vulkanik dalam tercatat terjadi dua kali dengan amplitude 3-5 mm berdurasi 10 sampai 20 detik.
 
Erupsi yang terjadi kemarin sedikit banyak membuat warga yang sudah kembali dari pengungsian khawatir, sedangkan saat ini masih ada 195 jiwa warga yang bertahan di dua Posko Pengungsian yakni di Posko Pengungsian UPT Pertanian Rendang dan di Desa Amerta Buana, Kecamatan Selat.