Bali Tribune, Kamis 21 Juni 2018
Diposting : 12 June 2018 22:24
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
PADAT - Antrean kendaraan pemudik menuju Pelabuhan Gilimanuk Senin malam meluber hingga melewati pertigaan menuju Terminal Manuver Gilimanuk.
BALI TRIBUNE - Memasuki H-4 Lebaran Idul Fitri, Senin (11/6) mulai terjadi lonjakan penumpang dengan kendaraan roda empat namun arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk masih ramai lancar. Saat siang hari kedatangan arus yang fluktuatif hanya menimbulkan antrean di pintu loket tiket. Sedangkan memasuki petang antrean khususnya mobil semakin mengular hingga di pertigaan menuju Terminal Parkir Manuver Gilimanuk.
 
 Hingga Senin petang, arus kendaraan roda dua ataupun roda empat menuju Pelabuhan Gilimanuk terus mengalir dan semakin padat menjelang malam hari. Sejak Senin sore mulai terjadi kepadatan arus kendaraan roda empat, yang datangnya tidak bersamaan (tercecer). Kendati kendaraan yang sudah berada di parkiran areal dalam pelabuhan sudah langsung diarahkan menuju kapal yang bersandar di dermaga, namun antrean yang semula di depan pintu loket tiket pelabuhan pun semakin malam semakim mengekor.
 
 Sejumlah pemudik yang akan menyeberang menuju Pelabuhan Gilimanuk melalui selat Bali ini mengaku kelancaran arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk sampai H-4 Lebaran ini lebih baik dibandingkan dengan hari yang sama saat arus mudik tahun-tahun sebelumnya. 
 
Salah seorang pemudik, Masari (59) asal Banyuwangi merasa nyaman dengan perjalanan mudik tahun ini. "Ya, bagus lancar begini. Kalau tahun-tahun sebelumnya selalu lama ngantre. Termasuk yang tahun 2017 kemarin, antre sampai 5 jam. Tumben tahun ini tidak ada ngantre," ujar buruh proyek, dan tinggal di Kerobokan, Badung ini.
 
Antrean panjang kendaraan yang terjadi dari loket tiket di pintu masuk pelabuhan selain disebabkan banyaknya kendaraan yang masuk pelabuhan secara bersamaan juga disebabkan pelayanan di loket tiket yang sering lambat karena harus menunggu uang kembalian. Terlebih harga tiket penyeberangan memang rata-rata membutuhkan uang kecil untuk kembalian seperti tiket penumpang dewasa Rp 6.500, sepeda motor Rp 37 ribu, mobil kecil Rp 159 ribu. Petugas loket tiket akan kesulitan apabila uang receh yang disiapkan dalam jumlah besar habis sehingga petugas harus mengambil kembali uang receh di kantor pelabuhan.
 
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Elvi Yoza dikonfirmasi Senin (11/6) tidak menampik adanya kendala uang receh untuk kembalian tersebut. "Uang kecil untuk kembalian memang sangat penting. Apalagi saat arus mudik ini," ujarnya.
 
Untuk mengantisipasi terganggunya pelayanan di loket tiket akibat kendala uang kembalian tersebut, pihaknya telah menyediakan uang pecahan kecil. Untuk arus mudik tahun ini telah disiapkan uang recehan total mencapai Rp 200 juta. "Kita bekerjasama dengan bank untuk menyupali uang kecil sebagai kembalian untuk pembelian tiket. Ini salah satu upaya kita untuk mempercepat pelayanan,” ungkapnya.
 
 Dengan persediaan uang kecil untuk kembalian pembelian tiket itu petugas loket tidak perlu lagi menukar uang kecil dan tinggal mengambil dan menghitung uang kembalian penguna jasa.
 
Namun untuk mempercepat waktu pelayanan menghindari terjadinya antrean panjang di loket tiket, pihaknya tetap meminta pengguna jasa untuk membawa uang kecil dan membayar tiket dengan uang pas.
 
"Dengan membayar dengan uang pas maka petugas loket tidak perlu menghitung kembalian dan langsung menyerahkan tiket. Sehingga waktu pelayanan lebih cepat. Kalau cepat maka pengguna jasa juga akan lebih cepat menyeberang," tandasnya.