Diposting : 9 August 2017 20:03
redaksi - Bali Tribune
pujawali
Keterangan Gambar: 
WANGSUH PADA IDA- Serangkaian pujawali di Pura Batu Madeg Besakih Karanagsem, Wagub Sudikerta bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Bali mengikuti persembahyangan di pura itu. Tampak Wagub Sudikerta menerima wangsuh pada Ida Bhatara usai mengikuti persembahyangan dimaksud, Selasa (8/8) kemarin.

BALI TRIBUNE - Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta didampingi oleh Ny. Dayu Sudikerta menghadiri Upacara Pujawali Ida Dang Hyang Bang Manik Angkeran di Pura Batu Madeg Besakih, Karangasem,Selasa (8/8) kemarin. Pada kehadirannya itu Wagub mengajak pemedek  untuk menjaga kelestarian Pura Besakih, khususnya Pura di masing-masing Pedharman.

Menurut Wagub Sudikerta, menjaga kelestarian serta kebersihan kawasan pura adalah wujud sradha dan bakti umat kehadapan Ida Hyang Widhi Wasa.

"Saya mengajak seluruh pemedek yang tangkil ke Pura Besakih  untuk menjaga kesucian dan kelestarian Pura Besakih, hal ini juga berlaku untuk para wisatawan yang berkunjung ke Pura Besakih. Setiap hari krama dari berbagai penjuru silih berganti datang untuk tangkil ke Pura Besakih. Untuk itu demi menjaga kenyamanan bersama dalam melakukan persembahyangan maka kita harus jaga bersama,” imbau Sudikerta.

Sudikerta yang pada kesempatan itu didampingi pula Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Anak Agung Gede Griya juga mengingatkan kepada masyarakat agar selalu ingat dan mengetahui Pura Pedharmannya masing-masing.

Dikatakannya, pura padharman walaupun berada di dalam komplek Pura Besakih, tetapi bukan merupakan pura kahyangan jagat (pura umum), tetapi bersifat pura khusus bagi keturunan atau warga-warga tertentu.

Lanjut diuraikan Sudikerta, untuk memuja para lelulurnya raja-raja di Bali menggunakan istilah Padharman sebagai pengaruh tradisi Hindu pada Kerajaan Majapahit khusus untuk memuja roh suci leluhur orang-orang yang terkemuka dalam kehidupan masyarakat seperti raja, tokoh masyarakat dan para pandita atau resi.

Untuk itu, Wagub Sudikerta berharap masyarakat yang ada di seluruh Bali mengetahui Pura Pedharmannya masing-masing, sehingga tidak ada lagi ketidak tahuan mengenai asal usul para leluhurnya.

Terkait pelaksanaan pujawali, prosesi di Pura Batu Madeg akan dilaksanakan hingga, Jumat (11/08).

Pada kesempatan tersebut pengempon Pura Batu Madeg yang terdiri dari empat Catur Warga yaitu Pinatih, Wayabia, Tulus Dewa dan Manikan melakukan persembahyangan bersama.

Dipuput Ida Rsi Agung Putra Pinatih dari Griya Lellateng Jembrana, Ida Rsi Agung Sidisita dari Griya Sidemen dan Ida Rsi Agung Suprabu Sogata Karang dari Griya Budung badung. Hadir pula dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Denpasar yang juga selaku Penglisir Puri Pinatih I Gusti Ngurah Jaya Negara, serta undangan lainnya.
Usai mengikuti persembahyangan, Wagub Sudikerta meninjau proyek senderan yang berada di areal Pura Besakih.

Untuk diketahui, terdapat beberapa proyek yang sedang di kerjakan oleh pihak Pemerintah Kabupaten Karangasem dan Pemerintah Provinsi Bali, diantaranya proyek penataan tempat parkir, senderan, paping jalan serta pengaspalan jalan.  Disamping itu, guna menertibkan para pedagang yang ada di Pura Besakih.

Wagub juga secara cepat mengumpulkan para pedagang yang ada di sekitar Pura untuk diberikan pengarahan dan sosialisasi terkait kebersihan dan peraturan yang harus ditaati para pedagang.