Diposting : 4 August 2017 21:46
San Edison - Bali Tribune
RAPIMNAS
Keterangan Gambar: 
RAPIMNAS - Panitia Pelaksana Rapimnas Partai Hanura saat menggelar jumpa pers di Hotel The Stones Kuta, Kamis (3/8).

BALI TRIBUNE - Partai Hanura menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas), 4-6 Agustus 2017. Ini merupakan Rapimnas perdana sejak Partai Hanura dinahkodai Oesman Sapta Odang (OSO).

Salah satu agenda besar Rapimnas ini adalah membahas dukungan Partai Hanura terhadap Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden pada Pilpres 2019. Selain itu, Partai Hanura juga akan membahas strategi untuk memenuhi target 4 besar di Pileg 2019.

"Kami sudah mencanangkan target partai papan tengah, yaitu 4 besar. Agenda politik yang dikerjakan akan berkembang sesuai dinamika yang kita akan ikut besok," tutur Sekretaris Organizing Commitee (OC) Rapimnas Partai Hanura, Benny Ramdhani, dalam keterangan pers di Hotel The Stones Kuta, Badung, Kamis (3/8).

Benny menyebut, 4 besar merupakan target realistis Partai Hanura. Sebab dengan kepemimpinan OSO, diyakininya suara Partai Hanura akan terdongkrak.  "Hari ini hanya dalam waktu 4 bulan, kepengurusan kecamatan sudah terbentuk 83 persen. Artinya 100 persen mengalami kenaikan. Juga ada kegairahan orang-orang masuk di Hanura, bahkan mewakafkan ke pengurus," tegasnya.

Dengan kondisi seperti ini, ia yakin soal tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Partai Hanura ke depan. "Kita memiliki komitmen, partai ini juga partai yang tidak akan menjadi beban sejarah di masa depan. Bagaimana partai ini terbebas, tentu kita akan menyodorkan kader-kader yang mereka dikenal sebagai tokoh-tokoh, yang tidak sekedar memiliki popularitas, elektabilitas tapi juga integritas," ucapnya.

Peralihan Kepemimpinan

Sementara Steering Committee Rapimnas, Inas Nasrullan Zubir mengatakan, dalam rapimnas yang paling utama dibahas adalah terkait peralihan kepemimpinan dari Wiranto ke Oesman Sapta Odang.

Ia menambahkan, ‎agenda Partai Hanura ini juga merupakan langkah untuk konsolidasi dan penguatan kelembagaan partai, yang dijadikan sebagai momentum, baik pengurus di pusat dan daerah. "Kami juga akan ‎membahas agenda politik eksternal dan nasional. Misalnya soal, Pilkada 2018 dan 2019 mendatang," ucapnya.

Selain agenda peralihan kepemimpinan, agenda lainnya ialah menyikapi mengenai kondisi berbangsa dan bernegara saat ini. Hanura, menurut dia, tidak akan berdiam diri melihat kondisi bangsa, dan soal kerakyatan saat ini.

"Jadi kami bukan hanya menagendakan soal kepartaian saja. Tapi agenda kebangsaan dan kerakyatan," tandas Inas Zubir, yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR RI itu.