Bali Tribune, Sabtu 21 Juli 2018
Diposting : 15 February 2018 23:09
I Made Darna - Bali Tribune
APBD
Keterangan Gambar: 
BERSAMA - Bupati Giri Prasta bersama Wabup Suiasa dan pimpinan DPRD Badung pada rapat penetapan APBD Badung tahun 2018.

BERSAMA - Bupati Giri Prasta bersama Wabup Suiasa dan pimpinan DPRD Badung pada rapat penetapan APBD Badung tahun 2018.

BALI TRIBUNE - Tak hanya di sektor pendidikan dan kesehatan, Pemkab Badung di bawah duet kepemimpinan Nyoman Giri Prasta, S.Sos. dan Drs. Ketut Suiasa, S.H. segera merancang santunan bagi warga usia lanjut (lansia). Selain itu, duet GiriAsa juga merancang taman lansia untuk memberikan kenyamanan dan fasilitas yang dibutuhkan para lansia.

Giri Prasta yang didampingi Ketua DPRD Badung Putu Parwata dan Wabup Ketut Suiasa menegaskan, saat ini angka harapan hidup di kabupaten dengan enam kecamatan dan 62 desa/kelurahan itu mencapai 72 tahun. Usia harapan hidup ini dicapai berkat indeks kebahagiaan yang sukses dirancang selama kepemimpinannya.

Dari sisi kesehatan, krama terjamin dengan Kartu Badung Sehat (KBS). Semua pelayanan kesehatan gratis. Di sektor pendidikan tak ada persoalan. Semua biaya pendidikan gratis termasuk pemberian laptop bagi siswa kelas V dan VI SD termasuk seragam sekolah dan perlengkapan lainnya bagi siswa baru SD dan SMP.

Selanjutnya kebutuhan hidup yang lain seperti pangan dan papan. Kebutuhan pangan digenjot dengan memaksimalkan produksi pangan serta menjalin kerja sama dengan kabupaten kota penghasil produk pertanian di Bali.

Di sektor papan, Pemkab Badung menggelontor program bedah rumah berat dengan dana Rp 55 juta, rehab rumah sedang dengan dana Rp 30 juta serta rehab rumah ringan dengan dana Rp 15 juta.

Dengan semua program prorakyat yang dirancang dan dilaksanakan Pemkab Badung, peluang harapan hidup makin panjang. "Ini menjadi perhatian kami selanjutnya," ujar Giri Prasta yang saat ini masa pemerintahannya memasuki 2 tahun pada 16 Februati besok.

Perhatian yang dimaksud, katanya, jangan sampai angka harapan hidup yang panjang menjadi beban bagi keluarganya. "Kami tak mau angka harapan hidup yang panjang malah jadi beban bagi keluarga masing-masing," tegasny.

Karena itu, tegas Giri Prasta, pihaknya akan merancang jaminan sosial berupa pemberian santunan bagi warga usia lanjut di atas 72 tahun. Kapan dan berapa nilai santunan yang akan diberikan?

Giri Prasta menyatakan, program ini masih sedang pematangan baik kapan akan diberikan serta jumlahnya. Dia berharap, santunan ini bisa diberikan pada APBD Perubahan 2018.

Dia yakin dengan santunan ini, para lansia takkan menjadi beban keluarga. Karena itu, Giri Prasta berharap angka harapan hidup biaa lebih panjang.

Cukupkah sampai di sana? Ternyata tidak. Perhatian kepada lansia juga diberikan berupa penyediaan taman lansia yang mampu memberikan kenyamanan bagi lansia. Tak tanggung-tanggung, untuk tujuan ini, Bupati Giri Prasta didampingi kalangan media sempat melakukan  studi banding ke kota kembang Bandung untuk melihat dari dekat fasilitas apa saja yang disiapkan di taman lansia tersebut.

Selain tempat senam dan aktivitas kesehatan lainnga, taman ini juga dilengkapi fasilitas rekreasi. Dengan begitu, para lansia benar-benar nyaman di usia senjanya.