Bali Tribune, Sabtu 20 Januari 2018
Diposting : 9 December 2016 11:38
AA Samudra Dinata - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Tanaman bawang merah (ilustrasi). (net)

Bangli, Bali Tribune

Para petani bawang di kaldera Gunung Batur sedang sumringah. Pasalnya, harga bawang di pasaran naik hingga menyentuh harga Rp30 ribu perkilogram. Dengan melonjaknya harga bawang ini, pendapatan ekonomi mereka meningkat drastis.

Perbekel Desa Abang Batu Dinding, I Made Diksa, Kamis (08/12/2016), tidak menampik kondisi itu. Menurutnya, naiknya harga bawang berpengaruh terhadap perekonomian warga. Perekonomian para petani bawang di desanya lebih meningkat.

“Kenaikan harga bawang ini sangat berpengaruh pada peningkatan ekonomi masyarakat saya,” ujar pria yang juga menjabat Ketua Forkomdes Kabupaten Bangli ini. Dari 193 KK penduduk di desanya, semua bermata pencaharian di sektor pertanian.

 “Bawang di tingkat petani menembus harga Rp30 ribu perkilogram, sementara untuk cabai kini berkisar di angka Rp23 ribu,” paparnya. Disinggung soal gangguan hama, Diksa mengaku, pihaknya belum bisa memprediksi bagaimana kelangsungan tanaman bawang ini.

Pasalnya, saat ini di wilayah Abang Batu Dinding tengah memasuki musim tanam. “Kami berharap tidak ada hama dan penyakit yang menyerang tanaman bawang petani. Dengan demikian, harapan petani menuai untung dari komoditas bawang terus berlanjut,” harap dia.

Naiknya harga bawang, tambahnya, juga berdampak pada ketersediaan benih di tingkat petani. Pasalnya, petani memilih cuci gudang, dengan menjual semua bawang mereka. “Kini, petani kesulitan mendapatkan bibit bawang,” ujarnya.*