Diposting : 20 October 2017 08:28
San Edison - Bali Tribune
DPRD
TABANAN -- Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Bali, I Wayan Adnyana (ketiga dari kanan), saat reses di Tabanan.

BALI TRIBUNE - Ada cukup banyak aspirasi masyarakat pada masa reses anggota DPRD Provinsi Bali selama sepekan (16-22 Oktober 2017. Di antaranya, sebagaimana terekam saat anggota Komisi III DPRD Provinsi Bali, I Wayan Adnyana, mengisi masa reses dengan menemui konstituennya di sejumlah tempat di Kabupaten Tabanan.

Saat reses di Banjar Lodalang, Desa Kukuh, Kecamatan Marga misalnya, warga setempat menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Wayan Adnyana. Salah satu yang menonjol adalah terkait Kawasan Wisata Alas Kedaton. "Mereka mengeluhkan banjir setiap kali turun hujan di depan pintu masuk lama Kawasan Wisata Alas Kedaton, karena gorong-gorong yang melintas jalan provinsi dimensinya kecil, tidak mampu menampung air got bila hujan. Mereka mohon diatasi masalah banjir itu," jelas Adnyana, Kamis (19/10).

Pada kesempatan tersebut, masyarakat setempat juga meminta agar dibuatkan “jogging track” di dalam Kawasan Wisata Alas Kedaton. "Mereka juga meminta petunjuk pada pemerintah untuk mengatasi gangguan kera yang sudah sangat meresahkan masyarakat," katanya. 

Selanjutnya, Wayan Adnyana juga menemui dan menyerap aspirasi warga Banjar Soka, Desa Senganan, Kecamatan Penebel. Di sini, masyarakat meminta perhatian pemerintah terkait status desa itu sebagai penyangga Kawasan Wisata Budaya Dunia Jatiluwih. "Karena selama ini bukan perhatian yang mereka dapat, tetapi justru mempersulit perizinan untuk kegiatan wisata di daerahnya," beber Wayan Adnyana, yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Bali. 

Ia menambahkan, sebagai desa yang mengempon 3 Pura Kayangan Jagat, yaitu Pura Luhur Pucak Lumbung, Pura Pucak Bukit Puun, dan Pura Tamblingan, warga setempat mohon bantuan pemerintah untuk meringankan beban mereka.

Sementara itu saat reses di Banjar Baru, Desa Baru, Kecamatan Marga, warga setempat memohon perhatian terhadap jaminan kesehatan masyarakat. Pasalnya, tidak semua warga setempat mampu membayar premi BPJS Mandiri. "Mereka juga mohon pelebaran jalan, karena lalu lintas di wilayahnya cukup padat dan jalan masih relatif kecil. Masyarakat setempat juga minta bantuan pavingisasi pelataran pura," urai Wayan Adnyana. 

Di Banjar Poyan, Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, Wayan Adnyana mendapatkan aspirasi terkait pelayanan kesehatan yang diharapkan sama dengan program JKBM. "Mereka juga mohon bantuan pembangunan gedung serbaguna untuk kegiatan sanggar dan pesraman umat Hindu," ucapnya. 

Adapun di Banjar Antapan, Desa Antapan, Kecamatan Baturiti, warga setempat memohon bantuan wantilan untuk kegiatan keagamaan. "Juga mohon bantuan paving untuk Pura Dalem, dan bantuan jalan usaha tani," beber Wayan Adnyana, yang juga Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Bali. 

Wayan Adnyana juga menyerap aspirasi konstituennya di tempat lainnya di Tabanan. "Masa reses ini kesempatan yang baik untuk bertemu dan menyerap aspirasi masyarakat. Aspirasi itu tentu akan kita tindaklanjuti," janjinya.