Diposting : 23 June 2018 14:16
Ketut Sugiana - Bali Tribune
Nyoman Sukadana.
Keterangan Gambar: 
Nyoman Sukadana.
BALI TRIBUNE - Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung berencana membangun puluhan ruang kelas baru untuk menangani masalah kekurangan kelas di tahun ajaran 2018/2019  ini. Hal itu dikarenakan sampai saat ini sejumlah SD dan SMP di Kabupaten Klungkung masih mengalami kekurangan ruang kelas. Untuk itu beberapa sekolah ada yang menerapkan sistem double shift mengatasi kekurangan ruang kelas tersebut.
 
Hal tersebut diungkapkan oleh Kasi Kelembagaan Sarana Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung I Nyoman Sukadana, Jumat  (22/6). Menurutnya, kedepan  Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung berencana membangun  sebanyak 20 ruang kelas dan tiga laboratorium IPA di tahun 2018 menggunakan dana alokasi khusus (DAK) tahun 2018. Adapun untuk ruang kelas, itu akan tersebar di SDN 1 Semarapura Kangin sebanyak dua ruangan dengan anggaran Rp 540 juta. Sementara SDN 2 Semarapura Tengah sebanyak empat ruangan beserta bangku belajar dengan total anggaran sekitar Rp 900 juta.
 
Sementara di SMP 1 Banjarangkan akan dibangun sebanyak empat ruang kelas dengan anggaran sebanyak Rp 850 juta, SMP N 1 Nusa Penida sebanyak tiga ruangan dengan anggaran Rp 900 juta, SMP N Satap Selat sebanyak empar ruangan dengan anggaran sebanyak Rp 1,15 miliar, SMP N 6 Nusa Penida sebanyak tiga ruangan dengan pagu Rp 750 juta. “Sementara tiga laboratorium IPA dengan anggaran masing-masing sebesar 320 juta akan dibangun di SMP N Satap Batukandik, Satap 2 Batukandik, Satap Pejukutan Nusa Penida,” ujar Nyoman Sukadana.
 
Menurutnya, dengan pembangunan 6 ruang kelas untuk SD itu, pihaknya mengaku kekurangan kelas di tingkat SD sudah teratasi. Sementara di tingkat SMP, diungkapkannya masih mengalami kekurangan kelas. Namun pihaknya belum bisa mengungkapkan secara pasti berapa jumlah ruang kelas yang kurang di tingkat SMP karena masih menunggu hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). “Meski begitu kami genjot tahun 2019 ini bisa terselesaikan,” tegasnya.
 
Pihaknya berharap dengan terus dilakukan pembangunan ruang kelas, tidak akan  ada lagi sekolah-sekolah baik di tingkat SD maupun SMP yang mengalami kekurangan kelas. Serta tidak ada lagi SD dan SMP yang menerapkan sistem double shift disemua jenjang pendidikan di Kabupaten Klungkung ini ke depan.