Bali Tribune, Sabtu 18 November 2017
Diposting : 13 September 2017 18:11
I Made Darna - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Ilustrasi HIV/AIDS

BALI TRIBUNE - Penyebaran HIV merupakan ancaman bagi seluruh masyarakat di dunia, bukan hanya ancaman untuk masyarakat Badung. Untuk itu perlu adanya tindakan bersama-sama  untuk mengendalikan penyebaran HIV AIDS.

Hal itu ditegaskan Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Badung yang juga Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa membuka Audiensi Publik Dengan Pemangku Kebijakan Terkait Tuberkulosis (TB) - Human Immunodeficiency Virus (HIV) Layanan Konprehensip Berkesinambungan-Strategic Use For ARV (LKB-SUFA) di Puspem Badung, Selasa (12/9). Hadir dalam kesempatan tersebut DPRD Badung Ni Luh Gede Sri Mediastuti, Sekretaris KPA Prov Bali Made Suprapta, perwakilan perangkat daerah terkait dan pegiat TB-HIV Kabupaten Badung

“Pemerintah tidak akan berhasil menyetop penyebaran HIV tanpa adanya sinergi dan kolaborasi dengan stakeholder terkait. Dan saya harapkan dalam pertemuan hari ini dapat merumuskan pola untuk mengendalikan penyebaran HIV AIDS ini sehingga dapat diterapkan oleh Pemkab Badung,” ujar Suiasa.

Lebih lanjut terkait temuan kasus HIV/AIDS di Badung dengan total 2.695 kasus hingga Juli 2017 yang terdiri dari  HIV 1.602 kasus dan AIDS 1.093 kasus, Suiasa mengatakan ini merupakan bukti nyata keberhasilan KPA Badung beserta koleganya berhasil mengungkapkan temuan kasus HIV AIDS. Sebab jika KPA Badung tidak bekerja tentu banyak kasus HIV/AIDS yang tidak terungkap dalam masyarakat. “Bisa dibayangkan jika banyak kasus HIV/AIDS ini tidak terungkap. Untuk itu marilah kita berkomitmen mulai dari diri sendiri dengan menghindari hal-hal yang rentan terhadap penularan HIV AIDS dan menciptakan pola perilaku hidup bersih,” ajaknya.