Bali Tribune, Rabu 25 April 2018
Diposting : 27 December 2017 18:14
Agung Samudra - Bali Tribune
Pengotan
Keterangan Gambar: 
LONGSOR – Kondisi longsor di ruas jalan Dusun Yoh Desa Pengotan Bangli menutup badan jalan.

BALI TRIBUNE - Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan terjadinya tanah longsor dan pohon tumbang. Akses Jalan Penyebeh menuju Pengotan, di Banjar Yoh, Desa Pengotan, Kecamatan Bangli, tertutup longsor. Pohon kelapa yang tumbuh dekat pura Pasimpangan Prajapati juga tumbang.

Akibat tebing setinggi hampir 15 meter di ruas jalan Dusun Yoh, Desa Pengotan longsor praktis jalan berhotmik itu tidak bisa dilewati kendaraan roda empat. Pasca longsor terjadi, warga sekitar memasang tanda berupa kayu di jalan menuju Banjar Yoh. Sehingga kendaraan besar tidak melalui jalur tersebut.

Perbekel Desa Pengotan I Wayan Suardana mengungkapkan, longsor terjadi Senin (25/12) sekitar pukul 20.30 Wita. Menyikapi terjadinya longsor di wilayahnya, pihaknya telah berkordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencaba Daerah (BPBD) Bangli untuk melakukan upaya evakuasi material longsor. ”Kami sudah hubungi pihak BPBD, namun sejauh ini belum ada reaksi,” sebutnya.

Paparnya, dengan tertutupnya akses jalan khusus untuk kendaraan besar praktis warga harus melewati jalan lain yang jaraknya lebih jauh. "Kurang lebih memutar lagi 5 kilometer," imbuhnya.

Kasi Kedaruratan BPBD Bangli Ketut Agus Sutapa mengatakan, belum dilakukanya evakuasi material longsor karena masih menunggu alat berat.  "Kami sudah koordinasikan dengan PU untuk alat berat. Proses evakuasi harus menggunakan alat berat, bila secara manual akan cukup sulit," jelasnya singkat.

Kata Agus Astapa, musibah pohon tumbang juga terjadi di Kelurahan Kubu Bangli, pohon kelapa yang tumbuh dekat Pura Pasimpangan Prajapati Banjar/Kelurahan Kubu, tumbang dan menghamtam bangunan balai gong. ”Bangunan bale gong rusak berat kerugian diperkirakan Rp50 juta,” sebutnya.