Diposting : 20 August 2018 23:28
Djoko Moeljono - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
ULANG TAHUN -- Kadus Tegal Kori, Ubung Kaja, Denpasar Utara Ketut Subrata tampak tengah memotong kue ulang tahun, didampingi sang istri tercinta yang juga Ketua PKK Dusun Tegal Kori Ni Wayan Sukasih dan Ketua ST Satya Kori Kencana DP Yudix Pramana.
BALI TRIBUNE - Mewarisi sikap dan jiwa katauladanan para pahlawan pejuang bangsa yang rela mengorbankan waktu, tenaga, harta benda hingga nyawanya untuk berjuang tanpa mengenal pamrih dalam merebut kemerdekaan RI, maka para generasi milenial selaku generasi penerus perjuangan bangsa sudah sepatutnya selalu mengenang dan menghormati jasa luhur para pahlawan Indonesia.
 
“Kita semua menyadari bahwa di sekitar lingkungan kita pasti ada beragam kayakinan, agama, maupun aliran kepercayaan. Untuk itu jaga bersama kebhinekaan, persatuan, dan kesatuan di antara kita. Mari kita kemas dalam kebersamaan, saling menghargai dan menghormati untuk mewujudkan kekompakan,” ujar Ketut Subrata, Kepala Dusun (Kadus) Tegal Kori, Ubung Kaja, Denpasar Utara, akhir pekan lalu.   
 
Pernyataan itu disampaikan Ketut Subrata dalam sambutannya pada malam perayaan HUT ke-73 Kemerdekaan RI yang dirangkai dengan peringatan HUT ke-13 ST Satya Kori Kencana di Wantilan Br Tegal Kori, yang dihadiri oleh ratusan warga setempat. Diawali dengan penampilan Tari Panyembrahma yang diperagakan oleh ibu-ibu PKK Dusun Tegal Kori.
 
Ketua Panitia Penyelenggara, Made Harry Wicaksana Putra menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan semua pihak dalam menyukseskan acara tersebut. Didampingi Ketua ST Satya Kori Kencana Dewa Putu Yudix Pramana, Harry juga mengapresiasi antusias anak-anak peserta lomba juga kekompakan panitia dan  berharap dalam penyelenggaraan kedepan bisa lebih baik lagi.
 
Bersama Diah, Dek Nik, Meisya, Ketut Subrata didampingi sang istri yang juga Ketua PKK Dusun Tegal Kori Ni Wayan Sukasih mengajak seluruh tamu undangan menyanyikan lagu “Hari Kemerdekaan”. Disusul lagu “Goyang Dua Jari” (Lena) dan “Untuk Mama” (Dedek).
 
Lalu penampilan tari Tenun (Ni Nyoman Widiasih dan Mas Sitarasmi) juga atraksi modeling dan fance anak-anak, sedangkan Ega mempersembahkan tari Jauk. Dilanjutkan pemotongan kue ulang tahun oleh Ketut Subrata didampingi sang istri dan Ketua ST Satya Kori Kencana.
 
Diakhiri dengan pembagian hadiah kepada para juara lomba 17 Agustusan dan pembagian sejumlah doorprize kepada para tamu undangan yang beruntung malam itu.