Bali Tribune, Senin 21 Agustus 2017
Diposting : 12 May 2017 16:28
Arief Wibisono - Bali Tribune
PAMERAN
Keterangan Gambar: 
PAMERAN - Elvyn G.Masassya (tengah) saat mengunjungi booth pameran di BNDCC Nusa Dua, Rabu (10/5).

BALI TRIBUNE - Pertukaran pikiran, ide, gagasan dan pengalaman antar pelaku sektor maritim logistik dunia menjadi salah satu agenda yang diusung dalam Konferensi Pelabuhan Dunia yang ke 30 di Nusa Dua Bali, Rabu (10/5). Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), Elvyn G.Masassya, mengatakan, pihaknya merasa bangga dan mendapat kehormatan bisa menjadi tuan rumah The 30th International Asociation of Ports and Harbors (IAPH) World Ports Conference.

“Sejalan dengan usaha pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, PT Pelabuhan Indonesia I, II, III, dan IV merasa bangga dan terhormat mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah sekaligus penyelenggara The 30th IAPH World Ports Conference,” ujarnya. Momentum ini sekaligus bisa dijadikan momentum untuk berbagi best practise dan ajang networking antar pelaku bisnis dalam bidang maritim logistik dunia yang begitu kompleks dan dinamis.

“Ajang ini sekaligus bisa digunakan Indonesia sebagai pengenalan guna meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa dan masyarakat, mengurangi biaya logistik, sekaligus mendukung pertumbuhan perekonomian Nasional,” ucap Elvyn. Menurutnya, keberhasilan dalam mendorong sektor kemaritiman di Indonesia tidak terlepas kerjasama dan keterlibatan sektor seperti perusahaan BUMN, perbankan, maupun sektor industri lainnya.

“Ajang ini bisa juga diproyeksikan sebagai peluang bisnis antar pelaku logistik dan kemaritiman Indonesia ataupun global. Dan yang tidak bisa dipungkiri dengan berkembangnya industri logistik dan kemaritiman ini, berdampak pula pada industri pariwisata baik langsung ataupun tidak langsung, contohnya seperti Bali,” tambahnya. Elvyn juga sebutkan, fasilitas pelabuhan yang ada di Indonesia saat ini sudahsemakin baik, seiring dengan semangat Indonesia menggelorakan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Sebut saja Jakarta, ada New Priok Container terminal, di Surabaya ada Terminal Teluk Lamong, belum lagi Pelabuhan Kuala Tanjung di Medan, Medan, New Makassar Port, di Makassar yang sekarang masih dalam proses,” pungkasnya. Dalam konferensi kali ini turut hadir tuan rumah 31th International Association of Ports and harbors (IAPH) World Ports Conference tahun 2018, yakni Port of Baku, Ajerbaizan. Dimana IPC juga menandatangani memorandum Of Understanding (MoU) dengan Port of Baku tentang kerjasama Sisterport.