Bali Tribune, Sabtu 18 November 2017
Diposting : 13 November 2017 19:16
Redaksi - Bali Tribune
Kontingen
Keterangan Gambar: 
DEFILE - Kontingen Peparpenas Bali saat mengikuti defile.

BALI TRIBUNE - Kontingen Provinsi Bali mengirimkan 22 atlet difabel serta 10 official untuk turun di ajang Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Peparpenas) VIII Tahun 2017 yang berlangsung di Kota Solo, Jawa Tengah. Dalam ajang tersebut, Bali hanya mengikuti empat cabang olahraga (cabor) dari total enam cabor yang dipertandingkan.

Dengan persiapan yang cukup, diharapkan kontingen Bali dapat meraih hasil yang maksimal. Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, Dewa Gede Mahendra Putra dalam keterangan persnya, Jumat (10/11). "Cabang olahraga yang kita (Bali-red) ikuti antara lain atletik, renang, bulu tangkis, dan tenis meja," kata Dewa Mahendra.

Meski hanya empat cabor yang diikuti, namun ia optimis kontingan Bali mampu bersaing dan mendulang prestasi pada ajang Peparpenas VIII tersebut. Ia juga berpesan kepada para atlet untuk senantiasa mengedepankan semangat sportifitas dan menunjukkan karakter sebagai orang Bali.

 “Orang Bali itu terkenal pantang menyerah dan bekerja keras. Mari kita tunjukkan rasa jengah dan semangat puputan. Dengan demikian, kita berharap bisa meraih hasil maksimal di ajang tersebut,” tandasnya.

Acara pembukaan ajang Peparpenas VIII Tahun 2017 sendiri dilaksanakan di Stadion R. Maladi Sriwedari Sala, Solo, Jawa Tengah pada Jumat (10/11) sore. Dengan mengusung tema "Mengukir Prestasi Nyatakan Mimpi, Lawan Keterbatasan Tanpa Batasan".

Peparpenas diikuti sebanyak 30 provinsi yakni Aceh, Banten, Bengkulu, Bangka Belitung, Bali, Jogja, DKI Jakarta, Gorontalo, Jambi, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua, Papua Barat, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan serta tuan rumah Jawa Tengah.