Indonesia Masuk Tiga Besar | Bali Tribune
Diposting : 14 May 2016 11:19
Arief Wibisono - Bali Tribune
otomotif
Harris Thajeb (kiri) dan IB Agung Gunarthawa

Denpasar, Bali Tribune

Pertumbuhan periklanan di Asia Pasifik rata-rata setiap tahun mencapai 30 persen, dan Indonesia masuk dalam posisi tiga besar. Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Pusat, Harris Thajeb mengatakan, tahun 2015 lalu, belanja iklan di Indonesia mencapai Rp150 triliun.

“Memang, dibanding tahun-tahun sebelumnya angka tersebut sedikit mengalami penurunan, tetapi itu cukup menempatkan Indonesia berada di posisi tiga besar Asia Pasifik,” tegas Harris Thajeb ditemui di sela rangkaian kegiatan AdAsia, Jumat (13/5).

Ia menyatakan, penurunan terjadi akibat adanya fluktuasi mata uang, kegaduhan politik, tekanan makro ekonomi sehingga manufacture (perusahaan) memangkas seluruh budgetnya untuk belanja iklannya. “Daya beli perusahaan terus terang jelek sekali, mereka pangkas belanja iklan, ini yang buat kita sendiri kelimpungan,” imbuhnya.

Harris Thajeb kemudian mencontohkan, industri otomotif yang bisa dibilang termasuk pengiklan paling besar, dengan budget yang besar, tahun lalu mereka pangkas belanja iklannya. Ini lantaran turunnya penjualan, yang berimbas pada turunnya produksi industri otomotif Tanah Air. P3I sendiri, lanjut dia, menyebut tahun 2015 merupakan tahun cukup berat bagi dunia periklanan.

Ketika dikonfirmasi sejauhmana media online menjadi ancaman terhadap media konvensional dalam perolehan iklan, Harris lantas menjelaskan, media konvensional itu dalam beberapa tahun ke depan masih tetap akan eksis, namun demikian media online atau kerap disebut digitalisasi dampaknya pun akan sangat besar.

“Ini yang mesti dipahami TV dan online akan makan porsi cukup besar untuk serapan iklan, bahkan majalah, koran, tabloid, dan sejenisnya cakupan iklannya akan semakin menurun, ini mesti diwaspadai,” katanya mengingatkan.

Namun demikian, ia juga menyarankan para pengelola media konvensional tadi merangkul media digital dalam mengembangkan sayapnya, sebagai bentuk eksistensi media itu. Di samping itu, sharing dan conectivity melalui media sosial jadi kunci penting dalam memperoleh iklan.

“Sekarang kan sudah mulai ada TV yang mulai interaktif dengan pemirsanya atau digitalisasi, dan kalau bisa Koran pun nanti arahnya ke sana, dan tidak bisa dipungkiri dari data yang kami miliki, 56 persen konsumen iklan itu anak-anak muda, merekalah konsumen yang paling potensial ke depan,” tukasnya.

Terkait dengan AdAsia yang akan digelar di Bali tahun 2017 mendatang, ia berharap akan memberikan dampak positif bagi Bali, apalagi peserta yang akan hadir dari 11 negara yang ada di kawasan Asia Pasifik. “Kalau saya lihat dampak dari event AdAsia 2017 cukup positif untuk mengangkat brand Bali,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Sekretaris P3I Bali, IB Agung Gunarthawa yang juga Presiden JCI Bali mengatakan, pihaknya mengharapkan akan terjadi transfer knowledge dari para maestro periklanan dunia yang akan hadir di event AdAsia 2017 mendatang. Sekaligus yang menjadi fokus dari kegiatan kali ini adalah Bali harus tetap bergerak ke depannya. “Kita jangan puas dengan hasil yang ada sekarang, teman teman di Bali harus tetap bergerak dalam meraup pasar yang ada,” katanya.