Ingin Tularkan Jiwa Merdeka kepada Generasi Muda | Bali Tribune
Diposting : 22 May 2017 19:53
Komang Arta Jingga - Bali Tribune
ALBUM
RILIS ALBUM - Sawong Jabo, Bens Leo, dan Ayu Weda mengadiri rilis album perdama Anak Angin bertajuk Jiwa Merdeka, di Rumah Kreatif Anak Angin By Pass Sukarno, Tabanan, Jumat (19/5).

BALI TRIBUNE - MUSISI tersohor Sawong Jabo dan pengamat musik Bens Leo mengadiri rilis album perdana Anak Angin bertajuk Jiwa Merdeka, di Rumah Kreatif Anak Angin By Pass Sukarno, Tabanan, Jumat (19/5). Kedekatan Sawong Jabo dengan kelompok Anak Angin sudah terjaling sejak awal kelompok musik di Tabanan ini dibentuk. Bahkan Sawong Jabo merupakan mentor dari grup band ini.

Anak Angin adalah kelompok band yang didirikanoleh seniman sekaligus politisi yang juga Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi. Kelompok ini sudah sering tampl di berbagai even kesenian lokal dan nasional yang digelar di Bald maupun di luar Bali, termasuk acara-acara yang mengundang-libatkan Sawong Jabo dan sejumlah seniman tersohor lainnya.

I Ketut Boping Suryadi selaku vocalis sekaligus pendiri Band Anak Angin menjelaskan, album perdana Jiwa Merdeka dari band anak angi berisi 10 lagu. Yakni rimba asing, calo jalur tikus, gumi brara brere, debu berkabut, bercerminlah, egaliter, angina menyambar, padamu negeri, berikan cinta yang tersisa dan menjadi matahari. “Kumpulan lagu dalam album ini sudah  dibuat sejak tahun 2011,” jelasnya. Boping yang juga ketua DPRD Tabanan ini menegaskan, dalam album jiwa merdeka ini ia ingin menularkan virus jiwa merdeka kepada para generasi muda. “Ayo kita menjadi  orang yang merdeka,” tandasnya.

Memang diakuinya, hampir sebagian besar lagu lagu nya merupakan kegelisahan  dan rasa prihatin yang terjadi di negeri ini. “Dan kegelisahan itu terjadi saat sekarang ini, dimana negeri kita kondisinya sangat memprihatinkan. Kita coba tebar lewat virus, virus kebaikan, virus kesaaran dan kepekaan. kita ingin membangun kesadaran bahwa seperti ini kondisi republik kita ini, kita buatkan lagu yang berisi pesan moral, kritik sosial tentang keadaan republik sekarang,” tadas Boping.

Boping menyebutkan, lagu yang berisi pesan moral dan kritik sosial ini tidak lepas dari campur tangan Sawong Jabo. Dimana Sawong Jabo mendorong Boping dan Anak Angin tidak hanya berkarya membuat lirik lagu tapi didorong untuk membuat album rekaman sebagai bukti dari karya seni, bahkan ada beberapa lagu di albumnya ini merupakan garapan dari Sawong Jabo. "Sawong Jabo adalah mentor kami, dan Sawong Jabo telah meracuni Anak Angin agar masuk rekaman, akhirnya kami sepakat membuat rekaman," ucapnya.

Boping menambahkan dalam rangka launcing album perdana anak angin, pihaknya menggelar konser di pantai Nyanyi, Kediri, Tabanan pada Sabtu malam ( 20/5 ). “Konser  anak angina gratis, bahkan yang hadir dapat CD,” tandasnya.  Kehadiran Sawong Jabo kata Boping dalam konser nanti karena beberapa lagu dalam album jiwa merdeka merupakan  karya kolabirasi  bersama. Seperti di lagu Rimba Asing, calo jalur tikus, padamu negeri, dan gumi brara-brere.

Sawong Jabo menegaskan Album jiwa merdeka bukan lah menganut satu aliran atau gendre. Ada rock dan lainya yang jelas musiknya bagus. "Bermain musik bagus banyak, tapi harus hidup. Saya kira album mereka ini hidup," tegas Sawong Jabo.

Sementara Bens Leo menilai, hal yang wajar ketika karakter musik Sawong Jabo menjadi kental terasa di album jiwa merdeka anak angin. “Karena Sawong Jabo, mentor dari band anak angin,” tandasnya. 

Bens Leo juga memberikan tips, agar pendisitribusian album  Jiwa merdeka memilih jalur indi. Karena trennya saat ini, indi lebih mudah masuk terlebih bisa melalui media sosial, seperti youtube.