Diposting : 4 December 2019 06:24
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune/ Konferensi pers International Flower Competition 2020
Balitribune.co.id | Denpasar - International Flower Competition 2020 mengajak Sekolah Dasar (SD) untuk berpartisipasi dalam ajang kompetisi ini. Jika penyelenggaraan tahun 2019 hanya melibatkan peserta dari perorangan, namun tahun 2020 mendatang mengundang peserta dari SD. 
 
Pemerintah Provinsi Bali yang disampaikan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) mendukung kegiatan yang menjaga kelestarian dari eksistensi lebah madu ini. "Sehingga nantinya diharapkan, kegiatan ini dapat menata Bali sebagai pulau taman," katanya di Denpasar, Selasa (3/12).
 
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Made Teja menjelaskan, terdapat empat poin kriteria yang diwajibkan untuk para peserta kompetisi. Pihaknya memohon kepada kabupaten/kota di Bali untuk mempersiapkan diri mengikuti perlombaan yang dapat memperbaiki lingkungan ini mulai sekarang hingga Maret 2020.
 
"Bisa mempersiapkan anak-anak SD membuat rancangan terhadap sekolah yang akan kita adakan evaluasi. Nanti peserta akan menjelaskan kepada tim penilai dari awal pembuatan taman hingga menghasilkan," katanya. 
 
Dia berharap, semakin banyak taman yang ada di masyarakat mampu menghasilkan lebah-lebah yang memproduksi madu. Mengingat planet ini berada di tengah-tengah masalah lingkungan yang mendesak. Hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana caranya melestarikan dan menjaga dengan aman keberadaan lebah madu. Pasalnya lebah madu merupakan penjaga dan pelindung keanekaragaman hayati. 
 
Melalui penyerbukan, lebah madu berkontribusi pada pemeliharaan dan reproduksi ekosistem dan perlu diketahui bahwa saat inu populasi lebah madu di bumi dalam bahaya. Situasi mengerikan ini pada akhirnya dapat mempengaruhi generasi masa depan. 
 
Sebagai rasa peduli terhadap kondisi ini, tahun 2018 terbentuklah sebuah yayasan non profit yang berdomisili di Bali bernama Kompetisi Bunga Internasional dan Eksistensi Lebah yang disebut International Flower Competition. Pendiri Yayasan International Flower Competition, Nir Peretz mengatakan, tujuan kompetisi tersebut adalah untuk menciptakan kemewahan bagi kehidupan masyarakat sambil memperbaiki lingkungan agar terlihat lebih indah dan terawat, serta menjaga kelestarian dari eksistensi lebah madu. "Kompetisi ini berkelanjutan yang diadakan setiap tahun," ujarnya.
https://www.instagram.com/hondafansbali/