Diposting : 13 October 2018 20:03
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
BERKUNJUNG - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat berkunjung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai
BALI TRIBUNE - Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi saat melakukan kunjungan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Kamis (11/10) mengapresiasi Annual Meeting IMF-WBG 2018, yang telah mempertemukan sejumlah komunitas internasional di Bali. Komunitas asing tidak sekedar tahu nama Indonesia, melainkan juga mengenal Indonesia secara langsung. 
 
Dalam menyambut sidang Bank Dunia 2018 ini, pihaknya meminta PT. Angkasa Pura I, Airnav, dan Otban, untuk sebaik-baiknya menjaga konektivitas Bali dengan tujuan manapun. Dimana tentunya itu dibarengi upaya untuk meningkatkan pergerakan penerbangan disetiap jamnya.
 
Jika di Bali biasanya hanya mencapai angka 25 hingga 28 pergerakan pesawat per jam, melalui momentum IMF-WBG 2018 dicanangkan meningkat hingga 35 pergerakan pesawat per jam. 
 
"Dari 25 ke 35 itu, kita bukan Bim Sala Bim. Tapi harus ada investasi yang dilakukan oleh AP I," sebut Budi.  
 
Pihaknya meyakini, investasi pengembangan Bandara I Gusti Ngurah Rai akan membawa manfaat komersial yang sangat tinggi. Hal tersebut berkaitan dengan bertambahnya peluang warga negara asing untuk datang ke Bali. "Dari 25 ke 35, berarti ada peningkatan 10 movement. Dengan itu, artinya ada 1,5 hingga 2 juta kesempatan orang untuk mengunjungi Bali. Artinya Bali yang sekarang 4 juta, dengan mudah bisa dinaikkan menjadi 5 juta hingga 6 juta. Itulah keuntungan komersialnya," beber Budi. 
 
Hingga September 2018, Bandara I Gusti Ngurah Rai tercatat melayani 17 juta penumpang yang dilayani oleh 121.064 pesawat udara. Angka tersebut merupakan kenaikan dari angka statistik pada periode yang sama dibandingkan tahun lalu. "Hingga September, kami telah melayani total sebanyak 17 juta penumpang. Dibanding tahun lalu, terdapat kenaikan sekitar 7,9%. Sedangkan untuk statistik pesawat udara, naik 10,2%," beber General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi.
 
Dia mengatakan dalam sehari rata-rata terdapat 443 pesawat yang mengangkut 64.924 penumpang pada periode Januari-September 2018. Saat ini pun Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tengah melayani kedatangan para delegasi IMF-World Bank Group 2018. "Sampai Desember nanti, proyeksi kami adalah akan ada sejumlah 22 juta penumpang yang akan terlayani di bandara ini," prediksinya.