Isak Tangis Iringi Ngaben Bocah Korban DB | Bali Tribune
Diposting : 27 May 2016 10:22
Arta Jingga - Bali Tribune
pengabenan
Bade yang membawa almarhum Anak Agung Ngurah Jaya Narendradiningrat.

Tabanan, Bali Tribune

Prosesi upacara ngaben Anak Agung Ngurah Jaya Narendradiningrat (7), korban meninggal akibat demam berdarah beralamat di Jalan Tamrin Kediri, Tabanan, Kamis (26/5) berlangsung lancar.

Isak tangis keluarga pecah sesaat sebelum api  mempralina badan kasar almarhum  Narendra, di Setra Desa Adat Kediri.  Sagung Alit Nur Dewi ( 34) ibu almarhum Narendra, tak henti-hentinya   menangis dan sempat dibopong oleh kerabatnya usai melakukan persembahyangan terakhir kepada almarhum. 

Semetara itu  Anak Agung Ngurah Manik (36),  ayah almarhum  juga tak mampu membendung air matanya,  namun ia  berusaha tegar melepas  anak sulungnya itu selama-lamanya.

Sebelum prosesi upacara pengabenan almarhum dimulai,  berbagai prosesi upacara digelar  di rumah duka di Jalan Tamrin 69 Kediri, Tabanan.  Sekitar pukul 10.00  Wita, jenazah  almarhum ditempatkan di bade yang kemudian diusung oleh warga menuju setra (kuburan ) Desa Adat Kediri. “Mungkin ini jalan terbaik yang diberikan Tuhan kepada anak saya. Namun saya berharap pihak rumah sakit  Tabanan lebih meningkatkan pelayanannya kepada semua pasien agar tidak ada korban lain yang berjatuhan di Tabanan karena demam berdarah. Cukup anak saya saja,” jelas Anak Agung Ngurah Manik.

Almarhum Anak Agung Ngurah Jaya Narendradiningrat mengembuskan napasnya yang terakhir saat dirawat di BRSU Tabanan, Minggu dini hari  (22/5) lalu. Almarhum meninggal dunia karena demam berdarah.