Diposting : 3 October 2017 18:28
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
pariwisata
Keterangan Gambar: 
Turis asing tetap berdatangan lewat jalur Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai

BALI TRIBUNE - Pelaku industri pariwisata meminta pemerintah untuk memberikan kejelasan  informasi terkait peningkatan aktivitas Gunung Agung. Informasi tersebut sangat dibutuhkan wisatawan sehingga dapat menentukan kunjungannya ke Bali untuk menghindari terjadinya pembatalan. Demikian disampaikan Direktur Operasional Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), AA Ngurah Wirawan di Badung kemarin.

Dikatakannya, meski saat ini isu peningkatan aktivitas Gunung Agung telah tersebar hingga ke mancanegara, namun aktivitas di kawasan pariwisata internasional Nusa Dua masih berjalan normal. Wisatawan asing pun masih nampak lalu lalang melakukan kegiatan wisata di kawasan tersebut. "Hal ini membuktikan bahwa para wisatawan menganggap beraktivitas wisata di Bali itu aman. Begitu menurut wisatawan yang telah paham jika lokasi Gunung Agung dengan Nusa Dua itu jauh," katanya.

Wirawan mengaku telah meyakinkan wisatawan asing maupun domestik untuk melakukan kegiatan wisata di Nusa Dua pasca merebaknya isu peningkatan aktivitas Gunung Agung di media sosial. "Kami sampaikan bahwa letak Gunung Agung dengan Nusa Dua tempat wisatawan berwisata cukup jauh kira-kira 110 kilometer. Jadi tidak perlu dikhawatirkan," tegas Wirawan.

Lebih lanjut dia mengatakan adanya beberapa pertanyaan terkait penerbangan sejak muncul isu peningkatan aktivitas Gunung Agung. Kata dia, wisatawan pun memahami apabila nantinya terjadi erupsi yang menyebabkan transportasi udara di Bandara Ngurah Rai tidak beroperasi sementara waktu, masih bisa menggunakan transportasi darat maupun laut.

"Tapi mereka juga sudah tahu kalau tidak bisa terbang dari ke Bali bisa menggunakan Pelabuhan Gilimanuk. Banyak yang telah mempersiapkan hal itu jika dari ke Bali tidak bisa via udara, bisa melalui jalan darat. Kalau yang domestik masih percaya. Tapi kalau yang asing nampaknya terpengaruh karena isu ini," terangnya.

Wirawan berharap isu aktivitas Gunung Agung tersebut agar tidak mengendurkan atau mengurangi semangat dan keyakinan wisatawan datang ke Bali. "Jika terjadi erupsi, Bandara Ngurah Rai bukan satu-satunya wahana sarana trasportasi yang ada di Bali tapi kita masih punya Pelabuhan Benoa, Gilimanuk dan Pelabuhan Lembar untuk keluar jikalau Ngurah Rai terpaksa ditutup. Mungkin informasi seperti ini harus didengungkan terus kepada wisatawan di seluruh dunia," paparnya.

Ditanya terkait pembatalan wisatawan, Wirawan mengaku belum menerima laporan tersebut dari hotel-hotel di kawasan ITDC. Dia mengatakan saat ini okupansi (tingkat hunian) di ITDC masih cukup baik, selama periode semester 1 2017 rata-rata okupansi diatas 78 persen. Namun pihaknya belum memastikan berapa okupansi di kawasan ITDC pasca merebaknya isu peningkatan aktivitas Gunung Agung.

"Saya harap pemerintah bisa mengambil inisiatif yang lebih tegas bahwa tidak ada masalah dengan Pulau Bali, bahwa kita waspada terhadap potensi erupsi Gunung Agung itu benar tetapi jangan sampai kemudian menakut-nakuti wisatawan. Sehingga menyebabkan jumlah kunjungan berkurang dan tentunya pertumbuhan ekonominya Bali menurun," katanya.