Bali Tribune, Senin 28 Mei 2018
Diposting : 3 May 2018 22:45
redaksi - Bali Tribune
Ayam Betutu
Keterangan Gambar: 
Ayam Betutu Khas Ubud, Gianyar
BALI TRIBUNE - Penetapan Ubud menjadi UN World Tourism Organization (UNWTO) Gastronomy Destination Prototype Kementerian Pariwisata, sejumlah produk kuliner khas terus menjadi godokan. Diantara makana khas Gianyar, Ayam Betutu dengan olahan tradisional dan cita rasa yang disesuaikan bakal diunggulkan. 
 
Dengan penetapan Ubud ini menjadikan Gianyar sebagai kabupaten pertama di Indonesia yang akan mempromosikan Wisata Kuliner dan Belanja di dunia international. “Atas penetpan ini, Kabupaten Gianyar juga telah menggodok salah satu sajian khas yang nantinya disuguhkan sebgai produk tradisiomnal unggulan,” ungkap Kabid Industri Dinas Pariwisata Gianyar, Nyoman Sedewi, Rabu (2/5) kemarin.
 
Dikatakannya, mewakili Indonesia dalam ajang Wisata Kuliner dan Belanja, Kabupaten Gianyar bersaing dengan Joglosemar (Yogyakarta), Bandung dan Bali yang diwakili Gianyar. “Akhirnya Kemenpar RI menunjuk Kabupaten Gianyar untuk mewakili Indonesia dalam ajang UNWTO Gastronomi Tourism Destination Prototiype,” terang Nyoman Sedewi.
 
Dalam wisata kuliner dan belanja ini, Dinas Pariwisata Gianyar mengenalkan kuliner unggulan. Dijelaskan, wisata kuliner dan belanja ini lokasinya lebih banyak didominasi di daerah Wisata Ubud dan sekitarnya seperti Peliatan, Mas Sayan, Singakerta dan kawasan lainnya. Dengan Gianyar ditunjuk sebagai Gastronomi Tourism Destination Prototype, maka kuliner betutu ayam khas Gianyar tersebut diharapkan mendapat pengakuan dunia, khususnya bagi wisatawan yang datang ke Bali. Pengakuan ini diakuinya sangat penting. “Wisatawan yang berkunjung ke  Gianyar akan disuguhkan betutu ayam sebagai produk unggulannya,” terang Sedewi lagi.
 
Agar mendapat pengakuan dari turis mancanegara kuliner Betutu Ayam ini, Dinas Pariwisata Gianyar akan mengajak praktisi pariwisata dan wilayah tertentu untuk mengadakan acara semacam Royal Dinning. Salah satu contoh untuk mengenalkan kuliner ini kepada wisatawan misalkan dengan santap malam bersama Raja Ubud, atau di puri lainnya di Gianyar dengan menu utama Betutu Ayam. Dampak yang didapat dari wisata kuliner dan belanja ini, diyakini akan dapat menumbuhkan perekonomian bagi peternak ayam local dan bisa sebagai peluang untuk membuka usaha kuliner khas Gianyar ayam betutu. “Selain itu, akan lebih mengenalkan betutu ayam ke dunia internasional, “ terangnya.
 
Sebagai pendukungnya,  Dispar Gianyar disebutkan juga akan  menyelipkan program modern and fushion, green agriculture, lifestyle dan street food. Program inipun diharapkan mendapatkan dukungan dari seluruh komponen pariwisata di Bali, sehingga Bali memiliki kuliner khas yang nantinya disuguhkan kepada wisatawan.