Bali Tribune, Kamis 21 Juni 2018
Diposting : 12 October 2016 11:00
ray/ksm - Bali Tribune
BKKBN
Keterangan Gambar: 
Tim penilai dari pusat memverifikasi RS Surya Husadha dalam lomba PERSI (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia).

Denpasar, Bali Tribune

Guna menyukseskan program-programnya, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali menggandeng Rumah Sakit (RS) swasta sebagai mitra kerja. Keberhasilan kerjasama ini diukur melalui lomba Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) award. Tahun ini, Provinsi Bali diwaliki oleh Rumah Sakit Surya Husadha Nusa Dua. Setelah melalui tahapan dan seleksi panjang RSU Surya Husadha rupanya mampu masuk nominasi 3 besar, dan pada Kamis (6/10)  telah diverifikasi oleh tim pusat.

Direktur Kesehatan Reproduksi BKKBN Provinsi Bali, Drs. Muhammad Edi Muin, M.Si mengungkapkan verifikasi PERSI ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahunya. Ada sejumlah indikator yang harus dipenuhi oleh sebuah RS swasta agar dapat masuk dalam nominasi perlombaan ini. Pertama, cakupan dan capaian peserta program Keluarga Berencana (KB) pasca kelahiran ataupun keguguran. Kedua, partisipasi aktif RS dalam persoalan konseling dan kesehatan reproduksi.  Ketiga, RS harus berperan aktif dan melibatkan diri dalam pelayanan program KB, kontrasepsi jangka panjang, serta sebagai menyediakan layanan informasi bagi kesehatan reproduksi.

Selama verifikasi berlangsung, Gendral Manajer RSU Surya Husadha Nusa Dua, dr. Dewa Putu Sukandi Jayaningrat menyampaikan pihaknya telah lama turut menyukseskan program-program BKKBN.  Salah satu upayanya tentu saja memberikan pelayanan terbaik untuk program KB.  “Untuk menunjang hal itu ada beberapa aspek yang kami kembangkan. Yaitu aspek fasilitas kami kembangkan baik untuk pelayanan informasi hingga pemeriksaan,” ujarnya. Di samping itu, dari segi Sumber Daya Manusia (SDM) juga telah dimatangkan melalui berbagai kegiatan pelatihan mengenai pelayanan KB.  Tak lupa, RS Surya Husadha telah menjalin kerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), puskesmas, hingga dokter praktik mandiri.

“Kami juga ada kerjasmaa dengan pihak-pihak  ekseternal seperti  PBJS, puskesmas, dan dengan dokter praktik mandiri. Ada juga kegiatan-kegiatan eksternal, yakni  dengan berikan penyuluhan kesehatan reproduksi tingkat sekolah, pelajar, pelayanan KB  keliling, termasuk juga kita membuat semacam promo untuk Pap Smear kerjasama dengan BKKBN gratis, dan pasang alat kontrasepsi,” ujarnya.

Sementara Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, IB Wirama, menegaskan RS swasta memiliki peran penting untuk menyukseskan program-program KKBPK.  Apalagi saat ini, prosentase kepesertaan KB baru lebih didominasi di RS swasta.  Dirinya mengungkapkan hingga Bulan Agustus 2016, kepesertaan KB baru di RS swasta mencapai 60 persen sedangkan di RS pemerintah 40 persen. “Sampai Agustus peserta KB lebih banyak dilayani di RS swasta.  Datanya di RS pemerintah hanya 40 persen, dan 60 persennya di RS swasta.  Bahkan pelayanan KB di RS swasta sudah naik sejak Bulan Juli,” tegasnya.

Faktor fasilitas yang lengkap dinilai menjadi salah satu ‘pemikat’ masyarakat lebih tertarik untuk ke RS swasta. Di samping itu, khususnya di RS Surya Husadha juga telah memberikan layanan tambahan seperti pasektomi.  “Hal ini dapat dijadikan acuan bahwa pengendalian kependudukan itu bisa menjadi bagian dari layanan RS swasta di samping kurangi risiko kematian ibu melahirkan,” tutupnya.