Diposting : 12 October 2017 17:56
Djoko Purnomo - Bali Tribune
CINDERAMATA
Keterangan Gambar: 
TUKAR CINDERAMATA - Bupati Kabupaten Badung Nyoman Giri Prasta bertukar cinderamata bersama Bupati Kabupaten Purwakarta Dedy Mulyadi SH saat Pekan Informasi Pembangunan, Rabu (11/10).

BALI TRIBUNE - Badung berharap bisa menarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara sebanyak-banyaknya. Karena itu, Badung pun senantiasa melakukan diversifikasi terhadap objek maupun atraksi wisata. Untuk inilah rombongan Pekan Informasi Pembangunan (PIP) Badung berkunjung ke Kabupaten Purwakarta. Apa hasilnya?

Sehari setelah tiba di kabupaten terkecil kedua di Jawa Barat yakni Purwakarta, Rabu (11/10) kemarin, rombongan PIP Badung yang dipimpin Bupati Nyoman Giri Prasta diterima Bupati Purwakarta Dedy Mulyadi, S.H. di pendopo Kantor Bupati. Penerimaan ini langsung diisi dengan kunjungan lapangan terhadap fasilitas taman, museum maupun diorama yang dimiliki oleh Purwakarta.

Ditanya mengenai nilai lebih yang dimiliki Purwakarta, Dedy menyatakan, semua fasilitas itu gratis dan bisa diakses tanpa bayar. "Semua fasilitas itu dibangun untuk membangun rasa bahagia. Tak hanya orang kaya, masyarakat kebanyakan pun bisa menikmati fasilitas yang ada," katanya.

Fasilitas taman maupun air mancur teraebut dilengkapi dengan wifi, charger HP, dan musik yang bisa dinikmati dari sela-sela taman. Fasilitas yang ada berupa air mancur, taman film, museum digital Nusantara, museum wayang, serta gedung kesenian yang akan segera rampung dalam waktu dekat.

Sementara itu Bupati Giri Prasta yang didampingi Wakil Ketua DPRD Badung Made Sunarta, Ketua Komisi I I Wayan Suyasa, Ketua Komisi III Putu Alit Yandinata, anggota IB Sunarta dan Gede Suardika, Sekkab Wayan Adi Arnawa, Kepala Bappeda Made Wira Darmajaya, Kadis Pariwisata Made Badra, Asiaten I IB Yoga A. Segara, Kabag Perwat Wayan Puja, serta Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniarta langsung menyimak penjelasan Bupati Dedy mengenai fasilitas yang dikunjungi.

Bupati Giri Prasta menyatakan memperoleh banyak hal setelah berkunjung ke Purwakarta, terutama fasilitas tersebut mamapu menjadi ajang edukasi terkait alam, manusia dan budaya. Ini akan diterapkannya di Badung.

Sebelumnya pada Selasa (10/10) malam, rombongan PIP Badung sempat diterima Wakil Bupati Purwakarta Dadan Koswara. Wabup menjelaskan, Purwakarta merupakan kabupaten terkecil kedua setelah Pangandaran. Penduduknya 930.000 orang dengan luas wilayah 701 km.

Karena tak memiliki hasil tambang, ujarnya, pembangunan pun diarahkan ke sektor pariwisata. Peletakan dasar pariwisata sudah diterapkan dengan pembuatan taman galeri dan museum.

Purwakarta memiliki Situ Bulet dengan luas 4 ha. Di sinilah dibangun air mancur terbesar di Asia Tenggara. Dari kapasitas 17.000 orang, yang datang sampai 50.000. Dari kunjungan ini, efek domino ekonominya sangat besar. Sektor usaha kecil dan menengah pun menggeliat. Ini memberikan dan mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat. "Walau pengunjung tidak dikenakan retribusi, efek domino ekonominya sangat besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Selain atraksi air mancur, ujarnya, taman pun nantinya diarahkan ke industri pariwisata. Taman nantinya dibolehkan untuk menggelar akad pernikahan. Saat ini, Purwakarta dominan dikunjungi oleh wisdom, asing masih jarang.

Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menyatakan terima kasih kepada Pemkab Purwakarta. Bupati menilai PIP ini sangat penting untuk studi komparasi dalam hal pembangunan. Dia mencontohkan ketika PIP digelar di Indramayu, Badung dapat juara sebagai desa terbaik secara nasional. Hal ini karena Badung bisa memperoleh masukan dari daerah yang dikunjungi.

Pada kesempatan itu, Bupati sempat memaparkan program yang telah dan akan dijalankan. Salah satunya di bidang kesehatan yang mampu menjamin warganya mulai lahir, hidup dan mati. Melahirkan ditanggung sampai akte kelahiran. Berobat hingga Rp 1 miliar pun ditanggung. Penunggu pasien pun ditanggung maksimal Rp5 juta, meninggal ditangggung Rp 10 juta. Pendidikan gratis termasuk kostum. SD kelas V dan VI dapat laptop. Anak-anak yang pintar akan disekolahkan ke LN dan balik bangun Badung. Selain itu, PBB gratis.

Setelah usai mengunjungi sejumlah taman dan museum yang ada, acara dilanjutkan dengan mengunjungi kuliner khas Purwakarta yakni sate maranggi. Setelah santap siang bersama, acara ditutup dengan tukar menukar cenderamata antara Bupati Giri Prsta dan Bupati Dedy Mulyadi.