Bali Tribune, Sabtu 20 Januari 2018
Diposting : 13 January 2018 19:55
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
galian
Keterangan Gambar: 
Badan jalan di Kenyeri Denpasar banyak rusak akibat bekas galian.

BALI TRIBUNE - Aksi "tambal sulam"  jalan ternyata tak hanya dilakukan Pemkot Denpasar di Jalan Nangka Denpasar. Kegiatan perbaikan jalan yang berlubang dengan cara tambal sulam  ternyata juga dilakukan di Jalan Kenyeri Denpasar.

Pantauan wartawan, Jumat (12/1) di Jalan Kenyeri terdapat puluhan bekas galian. Namun perbaikan galian tersebut tidak dilakukan dengan baik dan hanya dengan cara tambal sulam. Akibat perbaikan dengan tambal sulam tersebut, membuat kondisi jalan Kenyeri menjadi bergelombang.

Bahkan, di beberapa titik juga terdapat bekas galian yang dibiarkan rusak tanpa perbaikan dengan baik. Jalan yang rusak ini tentu sangat membahayakan pengguna jalan. "Ini banyak sekali tambalan-tambalan. Dibongkar lalu disulam lagi, jalannya jadinya tidak mulus lagi. Itu malah ada juga bekas galian yang dibiarkan rusak" ujar salah satu warga Made Gita, sembari menunjukkan jalan yang rusak.

Dikatakan, aksi tambal sulam perbaikan jalan sudah seringkali dilakukan. Bahkan hampir tiap bulan ada saja jalan yang dibongkar dan disulam lagi. Menurutnya, jalan dibongkar akibat pipa yang ada dibawah jalan mengalami kebocoran. "Katanya sih pipanya bocor. Tapi kurang tau pipa apa,  pipa PDAM atau apa. Tapi aksi bongkar sulam sudah terlalu banyak. Awalnya jalannya mulus, tapi sekarang lihat saja, jalannya sudah rusak," ujarnya.

Diakuinya, dengan banyaknya bekas tambal sulam jalan ini membuat pengendara  tidak nyaman melintas. Bahkan akibat banyak jalan yang dibiarkan rusak juga membahayakan pengguna jalan terlebih saat musim hujan. “Ya jelas terganggu, naik motor jadi tidak nyaman apalagi banyak sekali tambalannya,” katanya.

Pihaknya berharap, galian dan penambalan jalan ini tidak terjadi lagi. Menurutnya, sebaiknya segera diperbaiki dengan permanen. "Kalau memang kondisi pipanya yang sudah rusak, sebaiknya diperbaiki sekalian. Jangan jalannya yang digali dan tambal sulam seperti ini,’’ ketusnya.

Sementara warga lainnya, Mek Dogles mengaku jalan yang rusak juga sempat membahayakan pengendara. Bahkan pada Rabu (10/1) lalu sempat pengendara yang mengalami kecelakaan karena berniat menghindari lubang tersebut. “Dua hari lalu pas saya datang dari pasar ada satu pengendara jatuh di sana, saya lihat bibirnya berdarah, katanya giginya ada patah,” terangnya.

Sementara itu hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi terkait perbaikan tambal sulam jalan Kenyeri Denpasar. Saat wartawan mencoba menghubungi Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Denpasar, Wayan Dirgayasa, ternyata tidak aktif. Pesan singkat yang dikirim via Whatsapp juga tidak dibaca.

Seperti diketahui, aksi tambal sulam jalan juga sering dilakukan Pemkot Denpasar di Jalan Nangka Denpasar baik Jalan Nangka Utara maupun Jalan Nangka Selatan.  Perbaikan jalan dengan cara ditambal sulam tersebut menyisakan bekas-bekas galian. Untuk di jalan Nangka, perbaikan permanen belum bisa dilakukan mengingat adanya pipa PDAM yang lapuk di bawah jalan sehingga sering bocor. Oleh karena itu PUPR mengaku masih menunggu gerakan PDAM Kota Denpasar untuk melakukan perbaikan pipa di wilayah tersebut.

‘’Kami belum bisa melakukan perbaikan mengingat di bawah jalan itu terdapat pipa PDAM yang sudah lapuk.  Makanya kami sampai saat ini belum bisa melakukan perbaikan. Kalau kami aspal sekarang, jelas aspal yang sudah bagus itu akan dibongkar lagi oleh proyek PDAM,’’ jelas Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Denpasar, Wayan Dirgayasa beberapa waktu lalu.