Diposting : 16 May 2019 23:46
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Bali Tribune/ DICEK - Menjelang arus mudik, kapal penyeberangan di Gilimanuk dicek kelayakannya.
balitribune.co.id | Negara - Dua pekan menjelang angkutan lebaran 2019, berbagai persiapan semakin dimatangakan. Selain kesiapan arus mudik di jalur darat, instansi terkait kini juga telah memastikan kesiapan arus mudik melalui jalur laut. Salah satunya di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk yang menjadi pintu keluar utama pulau dewata selain Bandara I Gusti Ngurah Rai dan Pelabuhan Padang Bai.
 
Pada angkutan lebaran tahun ini diprediksi akan terjadi lonjakan pemudik ke Jawa melalui selat Bali mulai H-7 Lebaran. Untuk memastikan kelancaran arus mudik dilintas Gilimanuk-Ketapang, instansi terkait di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Rabu (15/5), melakukan pengecekan kelayakan kapal penyeberangan. Pada angkutan lebaran tahun ini akan dioperasikan sekitar 56 kapal untuk melayani pengguna jasa penyeberangan. Petugas gabungan dari Syahbandar, Satpol Air Polres Jembrana dan PT ASDP Indonesia Ferry melakukan pengecekan mulai dari alat komunikasi, sarana dan prasarana pendukung kapal di dalam ruang kemudi kapal, kamar mesin dan juga pemeriksaan dokumen pelayaran.
 
Sedangkan pemeriksaan kelayakan kapal dilakukan oleh petugas pemeriksa atau Marine Inspector. Kesyahbandaran OPP Kelas II Gilimanuk, Dimas Ardianto mengatakan pemeriksaan moda transportasi laut ini dilakukan untuk untuk memastikan semua kapal beroperasi dengan sebaik-baiknya saat berlangsungnya arus mudik lebaran. Pengecekan juga dilakukan terhadap alat keselamatan di dalam kapal, seperti jaket keselamatan, pelampung dan tabung pemadam. Selain itu, pihaknya juga melakukan pemeriksan terhadap senter, peluit dan dipastikannya masih semua berfungsi dengan baik. 
 
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan tuim gabungan tersebut, pihaknya memastikan kapal yang beroprasi melayani pengguna jasa melalui selat Bali ini layak berlayar dan mendukung kelancaran arus mudik lebaran.  "Secara umum karena sudah tersertifikasi dan sudah diuji sebelumnya oleh badan inspector penerbit dokumen. Hasilnha, memang kapal masih layak melaut dan siap untuk mengikuti arus lebaran tahun ini," tegasnya.
 
Sementara itu Nakhoda KMP Marina Pratama, Kurniawan mengaku petugas pemeriksa juga telah mengintruksikan seluruh kapal agar melakukan antisipasi cuaca buruk yang belakangan ini terjadi di Selat Bali seperti dengan selalu memasang tali pengikat kendaraan penumpang di dalam kapal (lassing). Langkah ini menurutnya harus dilakukan untuk mencegah kendaraan terpelanting ke samping dan ambruk menimpa kendaraan lain.Begitupul dengan mesin kapal agar tidak sampai mati ditengah laut. "Kami rutin melakukan perawatan termasuk alat keselamatan. Kami juga selalu berkoordinasi dengan syahbandar," tandasnya.