Bali Tribune, Kamis 19 Juli 2018
Diposting : 21 August 2017 19:40
I Made Darna - Bali Tribune
Idul Adha
Keterangan Gambar: 
Hewan Qurban jelang Idul Adha.

BALI TRIBUNE - Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriyah akan jatuh pada 1 September 2017. Nah, terkait hal itu, Pemkab Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan akan melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan hewan kurban.

Menurut rencana pemeriksaan hewan kurban tidak saja di tempat-tempat ibadah, tapi juga menyasar para pedagang hewan kurban yang ada di Badung. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan hewan yang dipotong tidak mengandung penyakit, sehingga aman untuk dikonsumsi.

Dikatakan Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Gede Asrama, sebanyak 140-an orang petugas akan diterjunkan untuk mengecek kesehatan dan kelayakan hewan Qurban. Kata dia petugas terdiri dari para relawan, mahasiswa, dan dokter hewan. 

“Kami sudah minta bantuan ke Unud agar bersedia mengirimkan 100 mahasiswanya membantu melakukan pemeriksaan hewan kurban," ujarnya.

Asrama mengaku akan sangat kewalahan kalau hanya mengandalkan petugas dari Dinas Pertangan dan Pangan saja. Pasalnya, petugas yang dibutuhkan paling sedikit seratus orang lebih.

"Petugas kami hanya 30 orang ditambah relawan 10, jadi masih kurang. Makanya kami minta bantuan ke Unud. Jadi total (termasuk mahasiswa Unud) ada sekitar 140 orang tim yang nanti akan terjun ke lapangan,” terangnya.

Menurut rencana pemeriksaan hewan kurban  akan diawali dipenjual hewan kurban. Baru setelah itu pada H-3, tim akan bergerak ke tempat-tempat pemotongan hewan kurban dan masjid. "Di Badung terdapat 50 tempat pemotongan hewan, maka tim ini akan kami sebar," kata Asrama.

Sesuai standar pemeriksaan, hewan kurban yang hendak dipotong akan melalui dua kali pemeriksaan yakni pemeriksaan antemortem (pemeriksaan sebelum kematian) dan postmortem (setelah kematian).

Pemeriksaan antemortem untuk melihat ciri-ciri fisik apakah hewan tersebut dalam kondisi sakit atau tidak.  Sementara pada pemeriksaan postmortem yang dilakukan ialah berupa pemeriksaan organ dalam hewan kurban antara lain hati, limpa, paru, jantung dan ginjal.

“Kalau sakit kami akan sarankan untuk tidak dipotong. Tapi kalau cuma dtemukan cacing pada hati, maka kami akan minta supaya disisihkan,” tukasnya.