Diposting : 13 June 2018 20:46
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
LANGKA - Warga yang kesulitan memperoleh elpiji 3 kg menyerbu pasar murah elpiji yang digelar Pertamina.
BALI TRIBUNE - Adanya keluhan masyarakat Jembrana yang masih kesulitan memperoleh gas elpiji kemasan 3 kg, akhirnya ditanggapi Pertamina. Pihak Pertamina menyatakan pengawasan terhadap pendistribusian elpiji bersubsidi ini juga menjadi tugas pemerintah daerah.
 
Sales Executive Elpiji Bali, Rainer Axel Gultom dikonfirmasi Selasa (12/7) menyatakan, pengawasan terhadap pendistribusian elpiji tabung melon ini tidak hanya menjadi tugas Pertamina, tapi pemerintah daerah.
 
Menurutnya, Pertamina sebagai BUMN yang mendistribusikan bahan bakar gas ini memiliki domain pengawasan terhadap jalur resmi distribusi elpiji. “Jalur resmi suplayer elpiji Pertamina itu dari depot elpiji Pertamina menuju SPPBE (Stasiun Pengisian dan Pendistribusian Bulk Elpiji) hingga di agen elpiji resmi pertamina,” paparnya.
 
Ia menyebutkan di Bali saat ini terdapat 74 agen resmi elpiji Pertamina, enam di antaranya ada di Kabupaten Jembrana. Sedangkan untuk pangkalan elpiji, menurutnya tidak berkontrak dengan Pertamina dan hanya berkontrak pada agen elpiji. “Pemerintah daerah lah yang harus mengawasi suplai elpiji 3 kg dari agen hingga pengkalan dan pengecer,” imbuhnya.
 
 Menurutnya, pengecer gas elpiji juga ada levelnya mulai dari pengepul hingga penganvas. Pengecer ini juga merupakan jalur tidak resmi dalam pendistribusian elpiji.
 
Terkait tersendatnya pendistribusian elpiji 3 kg, pihaknya mengaku justru mendapatkan informasi dari media sehingga langsung berkoordinasi dengan instansi terkait di Jembrana. Bahkan pihaknya langsung turun untuk memastikan informasi tersebut dan menggelar pasar murah elpiji dengan mendatangi wilayah yang mengalami kesulitan elpiji 3 kg.
 
“Kami tahunya setelah baca berita di media. Kami sudah koordinasikan juga dengan Diskoperindag Jembrana, mungkin Diskopperindag tidak punya datanya,” ujarnya dan menambahkan dari hasil pengecekan di lapangan suplai elpiji 3 kg memang tersendat.
 
Dari pengakuan para pengecer, menurutnya, truk-truk penganvas elpiji 3 kg yang selama ini menawarkan elpiji 3 kg ke warung-warung dalam dua minggu terakhir ini berkurang, padahal suplai dan penjualan di pangkalan elpiji Pertamina berjalan normal dengan penambahan yang sudah direncanakan untuk mengantisipasi kenaikan permintaan menjelang Galungan, Kuningan dan Idul Fitri.
 
“Kami ada sistem monitoring elpiji 3 kg yang dapat mengetahui penjualan elpiji per hari di tingkat pangkalan,” katanya sembari menambahkan, dari pasar murah elpiji yang digelar di 57 kecamatan di Bali pada Kamis (7/6) lalu, dari 1.000 tabung gas elpiji 3 kg yang dialokasikan di lima kecamatan di Jembrana justru hanya 800 tabung saja yang laku.
 
Ia mengatakan, Pertamina Selasa kemarin kembali melaksanakan pasar murah gas elpiji 3 kg di lima kecamatan secara serentak yakni 400 tabung di Desa Pengambengan terjual 331 tabung, masing-masing 200 tabung ludes terjual di Desa Tegal Bedeng Barat, Desa Batuagung, Keluruahan Tegal Cangkring dan 100 tabung laku di Desa Medewi dari 200 tabung yang disediakan.
 
“Kami evaluasi pasar murah hari ini di beberapa desa justru malah kembali tidak semuanya terjual, sehingga kami sudah instruksikan agen untuk piket keliling desa, apabila ada kekurangan pasokan akan langsung disuplai” jelasanya.