Jelang Pilgub, Polres Gelar Pasukan | Bali Tribune
Diposting : 26 June 2018 15:12
Khairil Anwar - Bali Tribune
PASUKAN - Kapolres Buleleng, AKBP Suratno pimpin apel pergesaran pasukan jelang Pilgub Bali, Rabu 27/6 di Lapangan Mapolres Buleleng, Senin (25/6).
BALI TRIBUNE - Jelang Pilgub Bali 2018,Rabu (27/6),Polres Buleleng menggelar apel pergeseran pasukan dalam rangka pengamanan TPS. Apel berlangsung Senin (25/6) di Lapangan Apel Mapolres Buleleng, dipimpin Kapolres Buleleng, AKBP. Suratno. Dalam pengamanan TPS, Polres Buleleng  menerjunkan sebanyak 732 personil, diback-up 33 personil BKO Sat Brimob Poda Bali dam 37 personil BKO Dalmas Polda Bali.
 
Dalam arahannya, AKBP Suratno mengatakan,setiap anggota yang bertugas melakukan pengamanan di setiap TPS, wajib saat H-1 pencoblosan melakukan survei untuk mengetahui karakteristik wilayah pengamanan TPS masing-masing. Setiap personil juga diminta rutin melakukan komunikasi dengan petugas KPPS, para Linmas, untuk pengamanan TPS. ”Lakukan pengamanan mulai dari pembangunan TPS, pengamanan pengawalan kotak suara dan surat-surat suara ke TPS sebelum maupun sesudah proses pemungutan suara. Dan lakukan pemantauan situasi di sekitar TPS untuk mengetahui adanya kerawanan ataupun ancaman,”kata Suratno.
 
Menurutnya, anggota BKO dari Polda Bali ke Polres Buleleng setidaknya dapat membantu Polres Buleleng untuk pengamanan pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS yang tersebar 1.088 TPS tersebar di 9 Kecamatan. ”Disribusi logistik sudah digeser mulai H-3. Untuk pergeseran logistik Pemilu khusus kotak suara dan surat suara dilakukan 26 Juli 2018. Ini merupakan tanggungjawab setiap anggota yang terlibat dalam hal pengamanan TPS,”imbuh Suratno.
 
Selain itu, Suratno mengingatkan anggota Polri agar bersikaf netral selama proses pengamanan.Hal itu,katanya,membuat proses demokrasi berjalan dengan aman dan lancar.”Jangan sampai anggota kami malah menciderai dengan hal-hal yang dinilai sebagai bentuk ketidaknetralan Polri. Saya minta ini tidak terjadi di Buleleng. Tugas anggota fokus dalam pengamanan pemungutan dan penghitungan suara,”ingat Suratno.
 
Kendati demikian,Suratno meminta agar anggota mencermati berdasarkan atensi khusus terutama terkait dengan kemungkinan aksi terorisme.Hal itu mengingat momentum Pilkada maupun 1 Juli dijadikan kesempatan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk melakukan aksinya.”Semua anggota agar selalu waspada dengan tetap melakukan komunikasi dengan anggota lainya atau Bhabinkamtibmas,” tandasnya.