Bali Tribune, Sabtu 18 November 2017
Diposting : 5 September 2017 16:44
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
jemaah
Keterangan Gambar: 
BERSAMA - Foto almarhumah bersama keluarga saat pelepasan calon jemaah, Kamis (10/8), di Gedung Istambul.

BALI TRIBUNE - Salah satu dari ratusan jemaah haji tahun ini yang meninggal dunia di Tanah Suci saat menjalankan hibadah haji adalah Hj Masadah Binti Jumari (51). Jemaah haji kolter 46 embarkasi Surabaya asal Lingkungan Krobokan, Kelurahan Lingkungan Barat, Negara ini meninggal dunia Jumat (1/9) pagi di Rumah Sakit Arofah.

Salah seorang jemaah haji asal Jembrana yang dihubungi melalui saluran telpon, Senin (4/9), mengatkan saat ini rombongan jemaah haji Indonesia masih berada di Mekah dan diperkirakan akan tiba kembali di Indonesia pada Jumat (22/9) mendatang. “Ibadah haji sekarang sudah selesai. Almarhum meninggal sudah selesai wukuf, Jumat siang saat setelah lempar jumroh, memang sebelumnya mengeluh sakit dan sempat dibawa kerumah sakit,” jelas jemaah haji yang enggan disebutkan namanya ini memastikan jenazah rekannya itu dimakamkan di Saudi Arabia.

Dari informasi yang diperoleh diketahui, pihak keluarga korban mendapatkan informasi mengenai kematian almarhumah dari pihak Kantor Kemeterian Agama (Kemenag) Kabupaten Jembrana. Salah seorang keluarga korban, Mohamad Sidik Basari yang merupakan keponakan dari suami almarhumah, H. Mohamad Saman mengatakan kerabatnya itu meninggal dunia akibat serangan jantung dan sesak nafas yang diakibatkan dehidrasi. Menurutnya, lamarhum tidak mengeluh sakit dan saat berangkat untuk menunaikan rukun Islam ke lima pada Kamis (10/8) bersama 85 orang calon haji lainnya asal Jembrana dalam kondisi sehat. “Bahkan yang sebenarnya sakit beresiko tinggi justru suaminya H. Mohamad Saman,” ungkap Sidik. Suami-istri ini sudah mendaftar haji pada tahun 2012 dan menunggu selama lima tahun untuk mendapat giliran berangkat.  

Keluarga almarhum lainnya, Aliyah mengaku pihak keluarga tidak mendapat firasat apapun sebelum kepergian Hj. Masadah. “Hanya saja saat sebelum berangkat naik haji, beliau lebih intens melaksanakan ibadahnya, total mempersiapkan segala sesuatunya, bahkan warungnya ditutup,” paparnya.

Dari kabar yang diperoleh pihak keluarga, almarhumah sebelum meninggal sempat dirarikan ke rumah sakit setempat. “Meninggalnya di Mina setelah lempar jumroh. Langsung dibawa ke RS Arofah, sempat di RS sebentar karena kritis dan meninggal. Beliau katanya jarang minum air di sana,” jelasnya.

Menurut kerabat almarhumah ini, Hj. Masdah setiap harinya, sebelum menjalankan ibadah haji, berjualan di warung kelontong di depan rumahnya. Sedangkan suaminya, H. Mohamad Saman merupakan PNS yang menjabat sebagai pegawai penjaga sekolah di SD Negeri 2 Loloan Barat.

Ketua Kloter Haji 46, Syafullah yang juga ikut naik haji, saat dikonfirmasi melalui telponnya juga membenarkan anggota rombongannya itu meninggal ditanah suci setelahmenunaikan ibadah haji. “Almarhum meninggalnya setelah sempat dilarikan ke RS Arofah,” jelasnya sengkat.