Diposting : 24 January 2018 16:14
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
longsor,
Keterangan Gambar: 
LONGSOR - Tanah longsor di Lingkungan Pangkung Gayung, Kelurahan Baler Bale Agung.

BALI TRIBUNE - Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kabupaten Jembrana, Senin (23/1) malam, menyebabkan sejumlah musibah. Tanah longsor terjadi di Lingkungan Pangkung Gayung, Kelurahan Baler Bale Agung. Selain membuat pondasi rumah warga, Nyoman Tastra (58) amblas, menutupi akses jalan rabat jalur tembus ke Kelurahan Pendem. Warga bersama petugas gabungan dari Tagana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Bhabinkamtibmas, Selasa (23/1), melaksanakan bergotongroyong di jalan yang ramai dilalui kendaraan roda empat.

Pemilik tanah, Nyoman Tastra menyatakan saat kejadian, sekitar pukul 03.00 Wita dinihari, ia sedang tertidur. Longsoran terjadi pada bagian halaman depan rumahnya. Ia mengaku khawatir rumahnya yang berada di tebing setinggi lima meter dari jalan, bangunan dapur yang berada di pinggir senderan akan ikut tergerus saat hujan turun kembali.

Rumah warga  I Nyoman Muliarta alias Man Suta (48) di Banjar Kebebeng, Desa Mendoyo Dangin Tukad, juga tertimpa pohon kelapa  tumbang. Atap genting bangunan rumah rusak parah tertimpa pohon kelapa setinggi 7 meter, Selasa (22/1) dini hari. Muliarta mengaku saat kejadian ia sedang tidur bersama istrinya di bangunan rumah tua di sisi utara. “Kejadiannya sekitar pukul 01.00 Wita ketika hujan deras. Untung tertahan pohon nangka, kalau tidak, mungkin (bangunanya) sudah ambruk,” ujarnya.

Sebuah jembatan penghubung jalan desa di Banjar Ambyarsari, Desa Belimbingsari, Melaya juga ambruk, Selasa (23/1) dinihari, akibat tergerus derasnya arus sungai. Puluhan rumah warga yang bermukim di seberang sungai tersebut kini terisolir setelah jembatan beton tersebut putus. Pihak Kodim 1617/Jembrana akan membangun jembatan darurat dari batang pohon kelapa agar bisa kembali dilewati oleh warga.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jembrana, Nyoman Budi Argawa dikonfirmasi mengatakan, selain tiga bencana, jembatan putus, senderan rumah longsor, dan rumah tertimpa pohon kelapa tumbang, juga ada tiga bencana lain yang dilaporkan ke BPBD Jembrana akibat hujan deras Senin (22/1) malam hingga Selasa (23/1) dinihari, yakni banjir di Banjar Tetelan, Desa Candikusuma Melaya, serta kori agung Pura Dalem Pande dan rumah warga milik I Gede Wiarda di Tempek 4, Banjar/Desa Kaliakah, Negara, tersambar petir.

Pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut namun seorang warga I Made Astika (47) mengalami luka, tercemplung karena tidak melihat jembatan ambruk di Banjar Ambyarsari, Melaya. “Nihil korban jiwa. Tetapi, kami imbau selama musim-musim hujan ini, warga tetap waspada. Terutama yang masuk kawasan rawan longsor maupun banjir,” tandasnya.