Diposting : 16 September 2019 22:17
Agung Samudra - Bali Tribune
Bali Tribune/ Sang Nyoman Putra Erawan
balitribune.co.id | Bangli - Memasuki musim panen harga buah jeruk Kintamani sempat anjlok, namun kini harga jeruk kian membaik. Seperti diketahui, harga jeruk sebelumnya berada di kisaran Rp 4.000 per kilogramnya, kini mencapai Rp 6.000 per kilogramnya. Tidak hanya itu, jaruk Kintamani terus menyasar pasar nasional.
 
Salah seorang petani jeruk, Sang Nyoman Putra Erawan, asal Desa Awan, Kecamatan Kintamani, mengatakan untuk jeruk jenis siam harganya sudah mulai meningkat dari belum sebelumnya, saat ini harga kisaran Rp 6.000 per kilogram. Memang pada musim panen, harga jeruk cenderung turun. Untuk panen jeruk dalam setahun berlangsung dua kali, mulai bulan Februari – April, dan kisaran Juli - Oktober.
 
Lanjutnya, untuk hasil panen jeruk tidak hanya dipasar lokal, namun sudah merambah pasar nasional. Sang Nyoman Putra yang juga Perbekel Awan ini menyebutkan untuk jeruk Kintamani sudah merambah pasar wilayah Jawa, wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) seperti Lombok, Bima. “Jeruk Kintamani sebetulnya cukup diminati, dan peluang ini yang perlu dimanfaatkan. Terlebih lagi daerah lain yang juga penghasil jeruk telah selesai panen, jeruk Kintamani yang memenuhi permintaan pasar,” ungkapnya, Minggu (15/9).
 
Sang Nyoman Putra mengaku, jika pihaknya rata-rata bisa mengirim 12 ton jeruk dalam sehari. Belasan ton jeruk tersebut untuk dikirim ke beberapa pasar. “Salah satu target pasar, yakni Pasar Keramat Jati,” ujarnya sembari mengatakan pihaknya juga mengirim sayur mayur.
 
Pihaknya menyebutkan pertanian di Bangli memiliki potensi besar, namun pengelolaan belum maksimal. Menurutnya, pertanian di Bangli perlu dikembangkan, pemerintah agar menggandeng tokoh-tokoh yang memang ahli di bidangnya. “Berbicara soal pertanian, tentu harus menggandeng orang yang ahli di pertanian. Tidak hanya teori tetapi langsung praktek. Salah satu tokoh pertanian di Bangli ada I Wayan Selamat dari Desa Pengotan. Dengan perkembangan pariwisata di Bangli dikolaborasikan lagi dengan pertanian tentu Bangli akan lebih maju lagi,” tuturnya. (u)