Diposting : 21 April 2017 19:00
Made Ari Wirasdipta - Bali Tribune
jupres
Keterangan Gambar: 
Jupres persiapan Jimbafest ke 2 di Jimbaran.

BALI TRIBUNE - Jimbaran yang terletak di wilayah Kuta selatan, dikenal sebagai wilayah yang tandus dan kering. Ungkap itu kini sudah mulai tidak lagi jika melihat Jimbaran saat ini. Bahkan dengan program Jimbaran hijau, menjadikan Jimbaran sebagai New Ubud.

Itulah harapan yang ingin diwujudkan Jimbaran Hijau, dengan konsep Green (hijau), art (seni), cultur (budaya), education (mendidik) dan fun (menggembirakan) adalah konsep yang digiatkan melalui Jimbaran Festival (Jimbafest) ke-2 yang rutin dilaksanakan untuk memperingati hari bumi (earth day celebration). "Kita ingin seni, budaya, komunitas tercipta disini, kita ingin menjadi the new Ubud yang ada seni dan giat menanam,"ujar Putu Agung Prianta selaku founder Jimbaran Festival, Kamis (20/4) di kafe Kul-kul Jimbaran.

Dipaparkannya melalui perayaan Jimbafest yang diselenggarakan ke-2 kalinya pada tanggal 22 April nanti, ia ingin merubah mindset masyarakat, bahwa Jimbaran tidaklah kering. Asal mau berusaha apapun pasti bisa dilakukan, termasuk membuat Jimbaran semakin hijau. Sebab bumi sebagai tempat hidup manusia perlu dihargai dan masyarakat diharapkan semakin cinta akan bumi. "Kita ingin menumbuhkan spirit asal kita mau pasti bisa, supaya tidak ada cerita lagi nak mule keto. Jimbaran tidaklah kering banget, sebab ada juga hijaunya. Sehingga tidak mustahil untuk membuat Jimbaran menjadi hijau,"jelasnya.

Khusus event kali ini, kata dia akan lebih banyak melibatkan anak-anak usia dini dan tingkat SD dalam menumbuhkan jiwa cinta bumi. Salah satunya dengan memperkenalkan jenis tanaman dan cara menanam serta bagaimana menjaga lingkungan tetap bersih dan indah.

Diakuinya saat ini Environtmen di Bali akan pentingnya menjaga bumi mulai menurun. Karena itulah melalui Jimbafest ia ingin membangkitkan kembali care Environtmen (kepedulian) terhadap bumi dan kebudayaannya. Pada acara ini nantinya juga disertai berbagai macam kegiatan dan lomba yang mencerminkan kulter, seni dan budaya.