Diposting : 23 August 2018 23:40
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
PERAHU - Balap perahu meriahkan hari pertama Boost Sanur Village Festival 2018.
BALI TRIBUNE - Jukung Race atau balap perahu mengawali event Boost Sanur Village Festival (SVF) 2018 di Sanur, Denpasar, Rabu (22/8) dan penampilan musisi Indra Lesmana dengan grup baru yang mengguncang panggung utama festival tahunan tersebut.
 
Saat balap perahu tradisional ini, para nelayan sempat kesulitan menggerakkan jukung karena angin tidak bertiup kencang. Namun, kondisi itu tak menyurutkan antusiasme agenda tahunan yang dipusatkan di Pantai Matahari Terbit ini. 
 
Ketua Umum Boost SVF Ida Bagus Gede Sidharta Putra menjelaskan balap jukung merupakan kegiatan yang melegenda bagi warga Sanur dan sudah dilakukan jauh sebelum dimulainya festival tahunan ini. Balap jukung kini menjadi bagian dari SVF dan dikembangkan agar tetap lestari serta menjadi atraksi wisata yang menarik.
 
Pria yang akrab disapa Gusde itu mengatakan, keterlibatan perahu tradisional ini juga sebagai bentuk konservasi warisan para pendahulu yang telah menjadi salah satu ikon daerah Sanur yang dikelola dibawah naungan Yayasan Pembangunan Sanur (YPS). 
 
"Kami melakukan konservasi sebagai konsistensi kami untuk memberi perhatian kepada keberadaan jukung tradisional di Sanur. Karena jukung juga sebagai ikon pariwisata di Pantai Sanur," terang Gusde.
 
Jukung Race melibatkan 50 peserta dari 5 kelompok. Masing-masing kelompok dicari 5 terbaik untuk beradu di final. "Sekarang yang ke final jadinya 25 peserta. Mereka harus melintasi jarak sekitar 8 kilometer dengan start dan finish di Pantai Segara Ayu," paparnya yang juga Ketua PHRI Denpasar ini.
 
Selain Jukung Race juga ada aneka hiburan di panggung utama yang selalu dinantikan pengunjung. Seremonial pembukaan Boost SVF akan dilakukan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kamis (23/8/2018) malam.
 
Sementara itu kehadiran Indra Lesmana Project (ILP) yang merupakan sebuah kelompok baru bergenre musik metal progresif dan digagas musisi jazz Indra Lesmana. 
 
Terbentuknya ILP terinspirasi dari erupsi Gunung Agung 2017 lalu, sedangkan SVF yang mengusung tema Mandala Giri juga merupakan upaya untuk memusatkan kembali perhatian khalayak kepada Gunung Agung yang menjadi pusat spiritual di Bali.
 
“Mari kita jadikan erupsi Gunung Agung menjadi energi kreatif yang membuat kita bersatu, saling bergotong royong, dan menjaga kelestarian Gunung Agung yang menjadi pusat spiritual di Bali,” kata Indra.