Diposting : 22 August 2017 18:37
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
mutiara
Keterangan Gambar: 
TANPA AWAK - Jukung tanpa awak yang ditemukan menyangkut di keramba kerang mutiara di perairan Banjar kelatakan, Desa Melaya Senin dini hari hingga kini belum diketahui siapa pemiliknya.

BALI TRIBUNE - Adanya penemuan sebuah jukung tanpa awak yang nyangkut di keramba di perairan Desa Melaya Senin (21/8) dini hari, membuat heboh warga pesisir khususnya yang bermukim di Banjar Klatakan, Desa Melaya.

Selain mengagetkan warga, jukung yang dalam kondisi terbalik di tengah laut ini ditemukan saat serangkaian musibah menimpa sejumlah nelayan yang hilang tenggelam saat pergi melaut yang terjadi belakangan ini di beberapa wilayah di Jembrana.

Infromasi yang berhasil dihimpun, kemarin, menyebutkan jukung tanpa pemilik tersebut ditemukan pertama kali oleh salah seorang personel Satpam PT. Ocean Blue Mutiara (OBM), Putu Artama (50) asal Dusun Candikusuma, Melaya, sekitar pukul 04.00 Wita.

Saat itu Putu Artama sedang melaksanakan tugas mengontorol kawasan sekitar keramba, dan mendapati sebuah jukung terdampar dalam posisi terbalik di keramba mutiara milik perusahaannya yang lokasinya di perairan yang tidak jauh dari bibir pantai setempat.

Karena saat itu langit masih gelap, Artama yang sempat kaget dan merasa curiga, lantas berusaha mencari tahu dengan menyinari areal sekitar keramba menggunakan lapu senter. Artama tidak melihat siapa-siapa di sekitar keramba atau di dekat jukung tersebut. Ia kemudian menyampaikannya ke warga pesisir, hingga akhirnya jukung yang nyangkut di tali longline keramba itu dievakuasi ke pinggir pantai dengan bantuan beberapa orang nelayan setempat sekitar pukul 08.00 Wita.

Kelian Banjar Klatakan, Abdul Sakur mengatakan kondisi jukung tanpa awak itu, saat ditemukan mengalami kerusakan di sejumlah bagian. Warga menduga jukung itu adalah milik nelayan dari wilayah Jawa yang terbalik setelah sempat dihantam ombak tinggi saat melaut hingga akhirnya terseret arus menuju Pantai Melaya.

Sakur mengatakan, warga khususnya nelayan di Banjar Klatakan maupun banjar lainnya di wilayah pesisir Kecamatan Melaya tidak ada yang mengaku kehilangan jukung maupun kerabatnya saat melaut. “Kalau dilihat dari kerusakannya, ya pasti kena ombak tinggi, kebetulan juga cuaca malam kemarin buruk sekali. Tadi siang ada yang menelepon warga kami, katanya mengaku sebagai pemilik jukung itu tapi sampai sekarang tidak ada kabarnya lagi,” jelasnya.

Hingga saat ini jukung yang kondisinya rusak seperti patah pada kedua katirnya, penyangga layar yang patah karena diduga jukung ini sempat dihantam ombak tinggi di tengah laut masih ditambatkan di pinggir pantai setempat serta menunggu informasi kejelasan pemiliknya.

Kasat Polair Polres Jembrana, Iptu. H. Eddy Waluyo dikonfrimasi terpisah mengatakan, saat ditemukan warga, jukung tanpa pemilik tersebut memang dalam keadaan rusak. Adapun ciri-ciri jukung yakni; warna putih, memakai mesin satu sumbu atau mesin degdeg merk Yamaha 5, 5 Pk serta dengan layar berwarna biru.

Menurutnya, jukung yang untuk sementara dititip di pantai Banjar Klatakan, Desa Melaya itu sampai saat ini ini memang belum ada yang mengaku sebagai pemilik.

“Informasi penemuan jukung ini sudah kami sebar ke sejumlah instansi. Nanti kalau memang ada warga yang mengakui sebagai pemiliknya, tolong koordinasikan dulu dengan pihak kami sebelum mengambilnya,” pungkasnya.