Bali Tribune, Senin 23 April 2018
Diposting : 12 August 2016 13:29
Djoko Purnomo - Bali Tribune
PON
Keterangan Gambar: 
Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi didampingi sejumlah pengurus lainnya saat menjelaskan kepada wartawan di tempat TC Sentralisasi atlet PON Bali di Hotel Batukaru Denpasar, Kamis (11/8).

Denpasar, Bali Tribune

Jumlah atlet Bali yang bakal berlaga di PON XIX/2016 Jawa Barat, September nanti hampir pasti tidak ada perubahan, yakni sebanyak 362 orang. Jumlah ini setelah adanya pengurangan tiga atlet, yakni I Made Pasek Karisna dari cabang olahraga judo, Ida Ayu Mila (golf), dan Tio Vilo Bahari cabor tinju.

Pasek tidak bisa memperkuat Bali di PON nanti lantaran ia diterima sebagai anggota Polri, sedangkan petinju Tio Bahari memang dicoret atas masukan dari cabor lantaran indispliner selama mengikuti TC Desentralisasi dan perbuatan indispliner lainnya, serta Dayu yang tidak memperoleh izin dari tempatnya menimba ilmu di Amerika Serikat.

“Jadi, atlet PON Bali nanti dua kali lipat jumlahnya dibanding PON XVIII/2012 Riau. Ini menunjukkan keberhasilan pembinaan olahraga di Bali. Kini seluruh atlet sedang menjalani TC Sentralisasi hingga jelang keberangkatan mereka ke Jawa Barat,” ujar Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi, Kamis (11/8).

Didampingi sejumlah pengurus KONI Bali lainnya, Suwandi mengemukakan agenda terakhir ratusan atlet itu sebelum bertolak ke Jawa Barat, yakni tes fisik tahap terakhir (tahap keempat), pada 18 Agustus mendatang untuk memastikan layak tidaknya mereka dikirim.

Jika melihat dari tren yang terjadi selama ini, lanjut Suwandi, kondisi fisik dan kebugaran atlet senantiasa mengalami peningkatan, sehingga kecil kemungkinan pihaknya melakukan pencoretan atlet karena tidak mengalami peningkatan selama TC maupun selama atlet tersebut masuk pemusatan latihan daerah (Pelatda).

“Yang perlu dilakukan sekarang adalah bagaimana para pelatih memberikan masukan kepada kami mana yang masih kurang, sehingga di sisa waktu ke depan ini bisa dilakukan pembenahan menyangkut mental, strategi maupun fisik atlet untuk mencapai prestasi terbaik di PON nanti,” ujar Suwandi.

Selama TC Sentralisasi, Suwandi mengaku kian intens memantau atlet-atlet cabor berlatih, bahkan hingga ke luar Denpasar. Ini dilakukan, menurut dia untuk mengetahui kondisi riil yang ada di lapangan. “Dari melakukan pemantauan langsung inilah saya mengetahui kondisi atlet yang sebenarnya,” demikian Ketut Suwandi.