Diposting : 20 October 2018 09:57
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
MENU BALI - Saat juru masak memamerkan menu Bali yang dikemas lebih modern dan menarik.
BALI TRIBUNE  - Industri pariwisata tidak bisa lepas dari kuliner. Pasalnya keanekaragaman kuliner tersebut yang membuat suatu destinasi dikenal dan dikunjungi wisatawan. Selain keindahan alam dan keunikan budaya, kuliner tradisional pun menjadi salah satu pemicu Pulau Bali dikunjungi turis dari berbagai daerah di Tanah Air dan mancanegara. 
 
Salah seorang Chef The Kayon Resort, Edy di Gianyar beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya kerap menyajikan masakan khas Bali dengan citarasa dan tampilan semenarik mungkin sehingga bisa diterima wisatawan dari berbagai negara. "Passion saya memang menyajikan makanan khas Bali yang dimodif agar tampilannya lebih menarik perhatian turis," katanya. 
 
Sementara itu, Chef Marinka yang merupakan selebriti chef Indonesia ini menyatakan agar rasa kuliner yang dibuat oleh para pembuat makanan tersebut dapat diterima oleh wisatawan, maka saat memasak harus didasarkan pada passion. 
 
Dihadapan kurang lebih 20 chef muda dari beberapa resort yang ada dikawasan Ubud, Marinka kembali menegaskan jika dalam dunia kerja apapun itu termasuk industri masak memasak, apabila dilakukan dengan passion maka akan menghasilkan makanan yang enak.
 
"Kita akan terbantu jika suatu ketika disaat-saat tertentu kita mengalami down atau bad mood, itu akan cepat balik lagi karena adanya passion itu dalam diri kita," tegas Marinka. 
 
Namun, agar sektor kuliner ini dalam industri pariwisata tetap eksis, sebagai chef atau juru masak dituntut untuk lebih banyak belajar dan menggali hal-hal baru didunia masak memasak. Sebab, kuliner berperan penting dalam meningkatkan industri pariwisata di pulau ini. Bahkan semua wisatawan yang datang pastinya berburu makanan, karena sangat mustahil para pelancong tidak memerlukan makanan yang merupakan kebutuhan pokok saat mengunjungi destinasi wisata. 
 
Para juru masak pemula juga menurutnya perlu diberikan pengetahuan tentang kuliner yang disajikan untuk memenuhi kebutuhan industri pariwisata. Dengan demikian, kuliner yang ada di destinasi Bali dapat dikenal wisatawan dan menjadi ikon pariwisata Bali. 
 
Kepada para mahasiswi Sekolah Tinggi Pariwisata Bali, Chef Marinka memberikan nasihat dan berbagi ilmu bagaimana menjadi chef pemula. Dia mencontohkan seperti saat menyiapkan simple breakfast yaitu omlete yang terlihat mudah, tapi jika dilakukan dengan tidak tulus rasa dan bentuk dari omlete itu sendiri akan berantakan. 
 
Chef Marinkan tertarik membuat menu udang bumbu salak Bali dengan kecombrang yang nantinya akan dikenalkan kepada wisatawan. Chef lainnya juga memperkenalkan hidangan tuna sambal Bali yang diharapkan dapat memberikan semangat bagi para chef-chef muda Bali untuk terus berkarya dan berperan dalam menumbuhkan citra pariwisata Bali.