Bali Tribune, Sabtu 18 November 2017
Diposting : 24 May 2017 17:24
I Made Darna - Bali Tribune
MoU
Keterangan Gambar: 
Wabup Badung, I Ketut Suiasa, didampingi Kadiskominfo Badung I Wayan Weda Darmaja dan Wakil Ketua DPRD Badung, I Nyoman Karyana seusai penandatanganan MoU antara Kementerian Kominfo dengan Pemkab Badung saat kegiatan peluncuran program Gerakan 100 Menuju Smart City, di Four Point by Sheraton, Makasar, Senin (22/5) lalu.

BALI TRIBUNE - Konsep membangun kota pintar yang intens dilakukan Pemerintah Kabupaten Badung membuahkan hasil. Pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi RI memilih Kabupaten Badung dalam 25 Kota Smart City percontohan dari 500 lebih kabupaten/kota di Indonesia.
Terpilihnya Kabupaten Badung sebagai Gerakan Menuju 100 Smart City yang diprogramkan oleh Kementerian (Kominfo) RI melalui penilaian yang sangat selektif. Kominfo bersama pihak terkait sebelumnya melakukan assessment yang kemudian ditetapkan melalui surat Kementerian Kominfo Nomor 265/KOMINFO/DJAI/AI.01.05/05/05/2017 tanggal 5 Mei 2017, yang menetapkan Kabupaten Badung lulus seleksi terpilih mengikuti program Gerakan Menuju 100 Smart City.
Keputusan tersebut disahkan dengan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Kominfo dengan Pemerintah Kabupaten Badung, yang diwakili Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, didampingi Kepala Diskominfo Badung I Wayan Weda Darmaja dan Wakil Ketua DPRD Badung, I Nyoman Karyana.
Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan peluncuran program Gerakan 100 Menuju Smart City, bertempat di Four Point by Sheraton, Makasar, Senin (22/5) lalu.

“Dalam seleksi itu ada 25 kota dan kabupaten di Indonesia yang dinyatakan lulus, dan melakukan penandatangan MoU, di antaranya adalah Kabupaten Badung,” ujar Weda Darmaja.
Menurutnya, kabupaten/kota yang terpilih dalam program ini dilakukan melalui seleksi dan assesment teknis, administrasi dan Komitmen Kepala Daerah, terlebih dahulu. Kota dan Kabupaten yang mengikuti program Gerakan Menuju 100 Smart City ialah, Kota Bekasi, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Purwakarta, Kota Bandung, Kota Bogor, Kota Cirebon, Kota Sukabumi, Kabupaten Sleman, Kota Semarang, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Bandung, Kota Singkawang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Samarinda, Kota Makassar, Kota Tomohon, Kabupaten Mimika, Kota Jambi, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Siak, dan Kabupaten Banyuasin.
“25 kabupaten dan kota yang terpilih akan mendapatkan pendampingan dari Kominfo yang terdiri dari tim ahli yang melibatkan universitas. Mereka yang akan mendampingi kita dalam pembangunan smart city,” jelasnya.

Pejabat asal Sembung, Mengwi ini mengakui Kabupaten Badung telah menyiapkan diri menuju Smart City sesuai dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Badung. Sebagai pelaksanaan Smart City, Pemkab Badung telah membangun gedung untuk mendukung program tersebut.
“Gedung sudah siap kami bangun, jaringan juga sudah kami bangun melalui APBD dan pihak ketiga.  Dari sarana dan prasarana termasuk program dan programer juga sudah ada. Sebenarnya, program sudah ada tinggal mengintegrasikan saja,” jelasnya seraya menyebutkan pemdampingan yang dilakukan pemerintah pusat bertujuan agar program Smart City tidak melenceng dari tujuan yang diharapkan.