Diposting : 19 July 2017 22:10
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
AA Ngurah Alit Wiraputra
Keterangan Gambar: 
AA Ngurah Alit Wiraputra

BALI TRIBUNE - Ketua Kamar Dagang Dan Industri (Kadin) Bali, A.A Ngurah Alit Wiraputra menyatakan liburan panjang (sekolah dan Idul Fitri) tidak berdampak signifikan terhadap kegiatan usaha para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Pulau Bali.

Pasalnya, pada momen liburan beberapa waktu lalu itu banyak wisatawan yang berlibur di Bali. Namun kenyataannya peningkatan pendapatan yang dirasakan oleh pelaku usaha cukup kecil yaitu sekitar 1 persen hingga 15 persen.

“Kunjungan kelihatannya banyak tapi dampak daripada ekonomi ini (liburan) tidak begitu signifikan memberikan keuntungan pada pelaku usaha di Bali,” katanya saat dihubungi Selasa (18/7). Alit mengungkapkan dari awal tahun hingga di semester I tahun 2017, kondisi ekonomi cukup memprihatinkan.

Dengan kondisi inflasi tinggi, sementara pendapatan masyarakat tetap dan UMKM justru mengalami ketidakpastian pendapatan. Dia meminta harus ada perhatian pemerintah serta komponen masyarakat bahwa di Bali ini terjadi ketidakpastian pendapatan. “UMKM ini penghasilannya tidak pasti. Kadang sesuai target, kadang tidak. Kondisi ini berbahaya,” cetus Alit.

Dikatakannya jika sebelumnya ada harapan pada momen libur sekolah dan Idul Fitri pendapatan pelaku usaha mengalami peningkatan. Namun kondisi tersebut ternyata tidak menjamin adanya peningkatan pendapatan. “Harapannya UMKM ini kan bisa bertahan dalam 3 bulan karena adanya dampak pendapatan dari liburan. Namun baru sebulan sudah anjlok lagi karena pendapatan liburan kecil,” beber Alit.

Melihat kondisi itu, dia berharap agar pemerintah memberikan bantuan modal maupun ketrampilan untuk para UMKM. “Akhir tahun ini harus benar-benar diantisipasi kalau ekonomi tidak terlalu signifikan naiknya maka pelaku UMKM akan kesulitan,” tutupnya.