Diposting : 26 October 2018 09:55
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Dewa Made Sutama (46) harus diopname di RSU Negara lantaran kakinya membengkak dan melepuh setelah digigit kelabang.
BALI TRIBUNE - Akibat tidak melakukan pengobatan secara medis, seorang warga tidak mampu, Dewa Made Sutama (46) asal Banjar Bungbungan, Desa Yehembang, Mendoyo mengalami pembengkakan pada bagian kaki kirinya setelah sebelumnya disengat kelabang.
 
Kendati ia menjadi penerima bantuan iuran Kartu Indonesia Sehat (KIS), namun dengan keterbatasan ekonomi, lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai petani penggarap ini setelah tersengat kelabang tidak melakukan pengobatan ke fasilitas kesehatan.
 
 Nyoman Arniati (42) istri Dewa Made Sutama saat ditemui Kamis (25/10) di Sal D RSU Negara, mengatakan kalau suaminya disengat kelabang, Sabtu siang lalu saat mencari rumput di tegalan. Saat itu ia juga bersama suaminya di tegalan pinggir hutan tersebut. “Suami saya sedang nyabit rumput. Tiba-tiba ada binatang seperti kelabang masuk ke dalam sepatu boatnya. Saat melepas sepatu dia digigit," katanya.
 
 Kendati suaminya sempat merasakan sakit setelah disengat kelabang, suaminya  hanya melakukan pengobatan seadanya di rumah yakni hanya mengoleskan minyak rempah pada luka bekas sengatan tanpa mendapatkan penanganan lebih lanjut. Harapannya, bisa langsung cepat pulih dan bisa pergi bekerja keladang, namun justru bapak dua anak ini kondisinya semakin memburuk.
 
 Tiga hari kemudian kaki suaminya yang tersengat kelabang semakin membengkak dan tidak bisa berjalan. Suaminya sempat dilarikan ke Puskesmas II Mendoyo di Yehembang dan harus menjalani rawat inap beberapa hari hingga akhirnya Kamis (25/10) pagi harus dirujuk ke IGD RSU Negara dan kini menjalani rawat inap di Sal D akibat bekas luka sengatan di kakinya semakin membengkak. Bahkan, menurutnya berdasakan pemeriksaan dokter, luka bekas sengatan kelabang membuat kakinya infeksi.
 
 Kaki suaminya yang membengkak itu kini tampak melepuh. "Kata dokter  kaki suami saya infeksi. Karena bengkaknya semakin besar akhirnya di rujuk ke RSU Negara, Kamis pagi. Kaki suami saya seperti melepuh," kata Arniati.
 
Arniati yang mengaku masuk sebagai KK miskin dan keluarganya masih menumpang di rumah kerabatnya karena tidak punya rumah sendiri, kini mengaku sedih dan berharap kondisi suaminya bisa segera pulih dan bisa kembali bekerja ke ladang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
 
 “Semoga suami saya bisa cepat sembuh agar kami bisa kembali bekerja. Sekarang sudah beberapa hari suami saya opname, saya tidak bisa bekerja sedangkan anak-anak setiap hari sekolah dan butuh biaya,” ungkapnya.
 
Ia mengaku untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari hanya mengandalkan menjual hasil kebunnya saja. “Kami pas-pasan, hanya mengandalkan dari jual daun dan buah pisang, lombok dan sayur-sayuran yang ada di kebun, hasilnya memang seadanya saja. Sekarang kami bingung untuk bekal kami di sini dan anak-anak sekolah,” tandasnya.