Diposting : 12 October 2018 19:27
Redaksi - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
CEK LOKASI - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian didampingi Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus Reinhard Golose dan pejabat utama Mabes Polri foto bersama seusai melihat Taman Budaya GWK yang menjadi tempat gala dinner para delegasi.
BALI TRIBUNE -  Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian didampingi Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose mengecek kesiapan pengamanan di kawasan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Kamis (11/10). Pasalnya, tempat ini akan dijadikan tempat berlangsungnya acara gala dinner oleh para delegasi malam ini.
 
Mengantisipasi terjadinya kemacetan, pihak kepolisian akan melakukan rekayasa lalu lintas dan menempatkan Polantas di sepanjang jalur yang dilalui para delegasi. Sterilisasi di venue juga akan dilakukan untuk memastikan tempat gala dinner benar-benar aman.
 
Usai meninjau tempat gala dinner, rombongan Kapolri menuju museum yang berada di bawah Patung GWK. Di museum itu, Kapolri melihat sejumlah foto tentang proses pembangunan dari awal sampai diresmikannya oleh Presiden RI, Joko Widodo beberapa waktu lalu.
 
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Hengky Widjaja, S.I.K., M.Si. mengatakan, Kapolri bersama Kapolda Bali dan sejumlah pejabat utama mengecek langsung venue gala dinner untuk pengamanan yang akan dilakukan.
 
“Iya, benar tadi Bapak Kapolri dan Kapolda Bali langsung ke GWK mengecek kesiapan tempat acara gala dinner untuk pengamanan yang akan dilakukan,” ungkapnya. 
 
Sementara itu, pengamanan lainnya terus ditingkatkan. Polda Bali mengerahkan seekor anjing pelacak dari Unit K-9 yang berkemampuan khusus mampu mengendus bahan peledak. Ini untuk memperketat pengamanan jelang kedatangan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo hari ini, Jumat (12/10).
 
Anjing yang dikerahkan adalah anjing ras labrador yang diberi nama Sugar yang saat ini masih berumur 3 tahun. Sugar adalah anjing yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi bahan berbahaya seperti bom dan jenis bahan berbahaya lainnya.
 
"Anjing ini sudah sangat terlatih dan memiliki kemampuan penciuman yang sangat tajam untuk menjalankan tugasnya sebagai anjing pelacak," pungkas Hengky Widjaja.