Diposting : 11 January 2019 22:31
redaksi - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Rombongan Pemkab Jembrana saat ngaturang bakti penganyar di Pura Dasar Buana Gelgel,Klungkung,Kamis (10/1) kemarin.
BALI TRIBUNE - Serangkaian karya agung di Pura Dasar Buana Desa Pakraman Gelgel, Ida Bhatara yang berstana di Pura tersebut katuran katuran penganyar nyejer 11 hari. Adapun hari ke-10 pada Kamis (10/1) kemarin, bakti penganyar dipersembahkan oleh Pemkab Jembrana.
 
Dimulai sekitar pukul 12.30 Wita, rombongan tersebut dikoordinir oleh Kasi Urusan Agana Hindu Kantor Kementrian Agama Kabupaten Jembrana, Ida Bagus Ketut Rimbawan. 
Bertindak selaku pemuput upakara adalah, Ida Peranda Pasraman dari Gria Mambal.
 
Disela-sela prosesi kemarin, Kasi Ura Kemenag Jembrana, Ida Bagus Ketut Rimbawan menyatakan, kehadiran mereka tangkil ke Pura Dasar Buana mewakili Bupati Jembrana yang sedang berhalangan hadir.
 
Dikatakan, selain dirinya, rombongan Pemkab Jembrana juga menyertakan 14 orang pejabat lainnya.
 
Lanjut Ida Bagus Rimbawan, pihaknya merasa bersukur bisa tangkil guna mengaturkan bakti di Pura itu.
 
“Ampure tiang kautus olih Bapak Bupati untuk ngaturang bakti penganyar sane mangkin,santukan Bapak Bupati berhalangan hadir,” ucapnya.
 
Hingga kemarin, pemedek yang tangkil ke Pura Dasar Buana terbilang cukup banyak. Sebagian besar pemedek merupakan warga luar Klungkung.
 
“ Tiang warga Pasek Gelgel ten dados lali ring lelangit tiang di ring Pura Dasar Buana Gelgel,” ucap seorang pemedek asal Airsanih Buleleng, Ni  Komang Rumasni.
 
Pada hari yang sama, bakti penganyar dihaturkan oleh warga Penyangra Karya. Warga dimaksud adalah,  warga Banjar Jelantik Mamoran dan BanjarTojan. Di pelataran mandala tengah Pura, mereka mempersembahkan tarian wali, Topeng Sidha Karya serta Rejang Renteng.