Karya Pemelaspas Balai Banjar Intaran Sanur | Bali Tribune
Diposting : 6 July 2017 21:22
release - Bali Tribune
pemelaspasan
Walikota Rai Mantra nunas wangsuh Ida Bhatara saat hadir dalam pelaksanaan ritual pemelaspasan Balai Banjar, Banjar Adat Tanjung Desa Pakraman Intaran, Sanur Kauh Denpasar, Selasa (4/7) lalu.

BALI TRIBUNE - Bertepatan dengan Rahina Anggara Kasih Prangbakat, Selasa (4/7) lalu. Ratusan warga Banjar Tanjung, Desa Pakraman Intaran, Sanur Kauh melaksanakan ritual mecaru rsi gana, mendem pedagingan dan pemelaspasan bangunan Balai Banjar, banjar setempat. Hadir sekaligus melakukan penandatanganan prasasti, Walikota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra.

Prosesi diawali dengan ritual ngeruak dan pecaruan tingkat rsi gana serta manca sato bersaranakan bebek bulu sikep dan ayam brumbun. Pada prosesi ini dipersembahkan tari wali yakni Tari Rejang dan Topeng Sidakarya.

Usai ngeruak, prosesi dilanjutkan dengan ritual pemelaspas serta mendem pedagingan pada sejumlah pelinggih yang ada di Balai Banjar tersebut.

“Saya mengucapkan selamat atas berdirinya bangunan balai banjar yang baru di wilayah Sanur ini. Diharapkan, dengan dipelaspasnya balai banjar ini krama Banjar Adat Tanjung bisa memecahkan masalah adat yang ada dengan lebih baik, sehingga krama dalam melaksanakan kegiatan adat bisa lebih leluasa dan meluas,” ucap Walikota Rai Mantra.usai persembahyangan.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Denpasar yang juga pamucuk karya (ketua panitia,red) I Wayan Mariana Wandira mengatakan, perbaikan Balai Banjar Tanjung meliputi, balai pertemuan, merajan dan balai kulkul.

Menurut Wandira, Banjar Adat Tanjung merupakan banjar pemekaran di Desa Pakraman Intaran Sanur. Ide pemekaran dimaksud merupakan keputusan krama saat paruman krama adat pada tahun 2014 silam.

Adapun krama yang tergabung dalam banjar ini ungkap Wandira berjumlah 45 KK.

Terkait biaya, Wandira menyebutkan, pembangunan balai pertemuan, merajan serta balai kulkul termasuk pelaksanaan ritual pemelaspas menelan dana sekitar Rp 1,3 miliar. Dana dimaksud merupakan swadaya krama banjar setempat.

Lebih lanjut Wandira menambahkan sebagai daerah paling ujung di Desa Pakraman Intaran, Banjar Adat Tanjung mempunyai tanggung jawab yang sangat besar, dikarenakan warga Banjar Adat Tanjung merupakan masyarakat yang heterogen,

“Sehingga peran banjar adat sangat dibutuhkan sebagai penjaga adat dan budaya serta juga sebagai penjaga keamanan dalam bermasyarakat,” imbuhnya.

Seluruh rangkaian ritual di balai banjar itu dipuput oleh Ida Pedanda Putra Beluwangan saking Gria Gede Delod Peken Sanur.

Selain Walikota Rai Mantra, tampak hadir Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, I Wayan Mariana Wandira, Bendesa Adat Intaran A.A. Kompyang Raka serta tokoh masyarakat ddesa setempat.