Diposting : 30 April 2019 19:39
Agung Samudra - Bali Tribune
Bali Tribune/ I Wayan Gingsih Kawiyasa.
balitribune.co.id | Bangli - Kepala SMAN 2 Bangli I Wayan Gingsih Kawiasa bersama salah satu siswanya mendatangi Mapolres Bangli, Senin (29/4) sekitar pukul 13.00 wita, untuk mengadu terkait berdedarnya pemberitaan bohong tentang dirinya selaku kepala sekolah.
 
Pantauan, sesampainya di Mapolres Bangli,  I Wayan Gingsih Kawiyasa langsung  menuju ruang Sat Reskrim Polres Bangli dan pengaduannya diterima langsung oleh Kanit 1 Sat Reskrim Polres Bangli Iptu I Nengah Sarjana Hampir 30 menit dimintai keterangan, I Wayan Gingsih Kawiyasa  keluar dari ruang Sat Reskrim Polres Bangli.
 
Ditemui sebelum mengadu ke Mapolres Bangli, Gingsih Kawiasa mengatakan bahwa beberapa hari terakhir beredar informasi yang tidak jelas kebenaranya di grup media sosial di lingkungan SMAN 2 Bangli. Dimana dalam screen capture berita yang berjudul "Ditanya Uang SPP Buat Apa? Kepala SMAN 2 Bangli Tidak Bisa Menjawab!". Sementara dalam screen capture tersebut ada logo salah satu media cetak di Bali. “Terkait informasi tersebut  pihaknya merasa tidak nyaman dan merasa nama baiknya dicemarkan serta merasa keberatan dengan informasi tersebut,” tegas mantan Kasek SMKN 2 Bangli itu.
 
Papar Gingsih Kawiyasa, diduga berita tersebut sudah diedit oknum tidak bertanggung jawab. "Saya merasa tidak pernah dikonfirmasi terkait berita tersebut. Untuk memastikan kebenarannya, kami sudah sempat konfirmasi kepada wartawan yang tercantum dalam berita tersebut," ungkapnya. 
 
Kemudian untuk memastikan dalang di balik beredarnya informasi yang belum tentu kebenarannya, pihaknya memutuskan untuk mengadukan hal tersebut kepada pihak berwajib. "Kami berharap polisi bisa mengungkap dalang di balik beredarnya informasi yang mendiskriditkan  pihaknya selaku kepala sekolah,” harap Gingsih Kawiyasa.
 
Sementara, dalam screen capture berita dengan memakai logo salah satu media di Bali itu  berjudul “Ditanya Uang SPP Buat Apa? Kepala SMAN 2 Bangli Tidak Bisa Menjawab!”. Ketika ditelusuri dalam portal media dimaksud  tidak ditemukan berita sesuasi dengan screen capture yang beredar di media sosial di kalangan siswa SMAN 2 Bangli. Namun ada berita yang berjudul Kuota Sudah Terpenuhi, Buka Pendaftaran Lagi yakni berita terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) dan berita tersebut dimuat tertanggal 10 Juli 2018 lalu. 
 
Terkait laporan tersebut, Tim Opsnal Polres Bangli langsung bergerak dan sejumlah nama sudah dikantongi petugas baik itu yang menyebar mapun mengedit. “Masih didalami, untuk nama pelaku yang mengedit berita tersebut namanya sudah kita kantongi,” jelas salah seorang petugas.