Kegagalan di SEA Games Mesti Dievaluasi | Bali Tribune
Diposting : 4 September 2017 18:33
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Ketut Suwandi
Ketut Suwandi

BALI TRIBUNE - Meski menyumbangkan dua medali emas bagi kontingen Indonesia dari ajang SEA Games 2017 Malaysia, namun keberadaan atlet Bali yang berlaga di ajang tersebut patut dievaluasi. Demikian disampaikan Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi.

“Dengan dilakukan evaluasi, maka kita mengetahui apa yang mesti dibenahi sehingga jika dipercaya kembali membawa Merah Putih di ajang internasional seperti SEA Games, prestasi atlet Bali bisa lebih baik,” ujar Suwandi, Minggu (3/9) di Denpasar.
Ia mengakui bukan hanya atlet asal Bali saja yang menurun prestasinya di SEA Games, tapi kontingen Indonesia secara keseluruhan juga menurun prestasinya. Bagi Suwandi, raihan medali emas kontingen Indonesia di SEA Games tidak sesuai harapan dan cenderung sangat memalukan. Karena dari sisi jumlah medali emasnya terpaut cukup jauh.
Meski secara peringkat masuk sesuai target bercokol di 5 besar tetapi dari sisi jumlah medali emas sangat tidak terpenuhi. Dan, semua itu terjadi juga tidak lepas dari andil atlet asal Pulau Dewata yang bergabung dengan kontingen Indonesia. "Makanya kami evaluasi secara khusus mulai dari Bali. Apa penyebab dan solusi ke depannya," tegas Suwandi.
 
Dikatakannya, atlet asal Bali yang meraih medali emas, yakni karateka Tjokorda Istri Sanityasrani kelas -61 kg dan I Ketut Ariana di angkat besi. Sementara yang lainnya gagal mempersembahkan emas. Bahkan, raihan medali emas di SEA Games 2015 lalu, yang diraih atlet Bali juga lepas.
Atlet Bali yang gagal mempertahankan medali emas, Maria Natalia Londa dari sebelumnya 2 medali emas turun menjadi 2 perak di lompat jauh dan lompat jangkit. Berikutnya judoka Any Pandini gagal total tanpa medali, dan petinju Kornelis juga gagal meraih medali. Dan, ketiga-tiganya itu di SEA Games dua tahun lalu meraih medali emas.
 
Kata Suwandi, jika secara kalkulasi raihan medali atlet asal Bali sempat menyumbangkan total 7 medali emas untuk Indonesia di event SEA Games beberapa tahun silam. Namun kejayaan itu terus menurun. Dari 7 keping emas menurun menjadi 5, dan kini di SEA Games Malaysia hanya menyumbang 2 medali emas.
"Kita selama ini kan berbicara dan orientasi meraih medali emas. Saya bukan bermaksud mengabaikan raihan medali di luar itu. Bagaimana mengembalikan itu, itu jadi evaluasi kami," beber mantan Ketum KONI Badung itu.

Masalah klasik yang kini menerpa atlet Bali, yakni faktor usia atlet, nonteknis atau sarana-prasana dan dukungan anggaran. Semua itu, lanjutnya, akan dievaluasi. Karena dia sadar betul, setiap atlet itu tidak bisa terus-menerus Berjaya. "Saya harap militansi kedaerahan terus digalakkan. Dan, regenerasi atlet tetap kompetitif berkesinambungan,"  imbuhnya.