Diposting : 29 September 2017 19:48
Redaksi - Bali Tribune
ekstasi
Keterangan Gambar: 
Tersangka kasus 19 ribu butir ekstasi di Akasaka yang berkasnya sudah P-21 dan dilimpahkan ke Kejari Denpasar, kemarin.

BALI TRIBUNE - Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar menerima pelimpaham tahap II, tiga dari empat tersangka kasus dugaan kepemilikan narkotika jenis eskatasi sejumlah 19 ribu butir, pada Kamis (28/9). Hal ini dilakukan setelah penyidik Direktorat Tindak Pidana (Ditipid) Narkotika Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri sudah merampungkan proses penyelidikan alias P-21.

Ketiga tersangka yang dilimpahkan, itu masing-masing karyawan klub malam Akasaka Budi Liman Santoso alias Budi Bin Sujono Liman Santoso, dan pembawa ekstasi yakni Iskandar Halim alias Ko'i Bin Muslim Halim dan Dedi Setiawan alias Cipeng Bin Alex.

Didampingi pengacaranya Ketut Ngastawa dkk, pada proses administrasi pelimpahan tahap II di Kejari Denpasar juga mendapat pengawalan ketat dari petugas mabes Polri dan Kejaksaan Agung RI.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Denpasar, Ketut Maha Agung, dikonfirmasi di sela pelimpahan tahap II menjelaskan, setelah dikirim dari Mabes Polri dengan melalui jalur darat selama tiga hari, dari sejak Selasa (26/9) malam lalu, ketiga tersangka dikirim ke Denpasar untuk administrasi. "Proses administrasi ketiga tersangka sudah selesai, dan sesegera mungkin kami limpahkan untuk nantinya segera bisa di sidangkan," terangnya.

Ditambahkan, saat proses pelimpahan tahap II, ketiga tersangka dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang (UU) RI Nomor. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Lalu bagaimana dengan proses pelimpahan Manajer Marketing Club Akasaka Abdurahman alias Willy? Menurut Ketut Agung, berkas milik tersangka Willy masih belum lengkap (P-21). "Belum P-21 dan masih petunjuk. Mudah-mudahan sepekan lagi atau secepatnya tersangka Willy bisa dilakukan pelimpahan tahap II," jelasnya.

Selanjutnya dengan pelimpahan tahap II, ketiga tersangka dititipkan ke Lapas Kelas II A Kerobokan.