Diposting : 18 July 2017 18:43
Djoko Purnomo - Bali Tribune
dansa
Keterangan Gambar: 
Tim dansa Bali yang berlaga pada Kejuaraan Dansa Internasional di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

BALI TRIBUNE - Pedansa Bali berhasil menyumbang 6 medali bagi Timnas Dansa Indonesia pada Kejuaraan Dansa Internasional yang berlangsung di Lombok Nusa Tenggara Barat dan berakhir Senin (17/7). Keenam medali tersebut terdiri dari 1 medali emas, 4 perak dan 1 medali perunggu.

Sekjen Pengurus Pusat Ikatan Olahraga Dancersport Indonesia (IODI), Ni Made Suparmi, dihubungi dari Denpasar, kemarin mengatakan apa yang diraih pedansa Bali tersebut merupakan prestasi tersendiri. Suparmi yang juga Ketum Pengprov IODI Bali mengatakan pihaknya mengapresiasi prestasi tersebut.

 “Pengprov IODI Bali, kata Suparmi mengutus 9 pedansa untuk bergabung dengan Timnas Indonesia. Dari 9 pedansa itu dominan mampu meraih medali. Dimana, untuk medali emas dipersembahkan Bagus Made Subawa Dana. 3 medali Perak diraih Putu Archisya Anandari Wandhira, dan 1 medali perak dan 1 perunggu disumbangkan Ketut Adi Sudiarta dan Sfera Dwi Utami.

Untuk medali emas itu didapat Bagus Subawa di kategori Internasional Solo Ballroom Walz Quekstep. Sedangkan tiga medali perak Archisya dan Satria didapat di nomor Novice B, Preamateur, Under 16 Internasional 5 Dansa Walz Tango Quick Step, Slofoxtrot Vianis Walz. Dan, satu perak lagi didapat Adi Fera itu di kategori Novice B Latin, dan 1 perunggu di kategori Preamateur.

“Tentu ini prestasi yang patut kami apresiasi, bahwa pedansa Bali kembali menunjukkan eksistensinya di ajang internasional. Dan, ke depannya saya harap terus ditingkatkan untuk mengikuti event-event international,” terang Made Suparmi.

Kata Suparmi, dalam berbagai kesempatan pedansa Bali memang bisa meraih medali di ajang international. Hal itu positif untuk terus meningkatkan motivasi pedansa Bali lainnya agar lebih tekun dan disiplin dalam meningkatkan kualitasnya. Sebab, ajang international merupakan ajang bergengsi dan selalu menjadi agenda rutin. Tingggal ke depan bagaimana jam terbang dan kesempatan tampil terus diasah.

Dan, Pengprov IODI serta PP IODI Pusat berusaha akan mempasilitasi para pedansa untuk tampil diajang international. Apalagi, dukungan dari orang tua atlet cukup tinggi dalam memberikan suport dan motivasinya.

“Itu nilai plus tersendiri. Karena selama ini dengan biaya mandiri dan suport orang tua atlet dansa, pedansa Bali terus menunjukkan kiprahnya. Tinggal nanti bagaimana pengembangannya terus digalakkan. Dengan harapan cabor dansa semakin membumi. Apalagi, Porprov dan PON sudah dipertandingkan secara resmi,” jelas Suparmi.