Bali Tribune, Selasa 17 Juli 2018
Diposting : 15 December 2017 21:33
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Tinju
Keterangan Gambar: 
Tim tinju Denpasar ke Kejuaraan Tinju Piala Gubernur NTB berpose bersama Ketum Pertina Denpasar Made Muliawan Arya.

BALI TRIBUNE - Pengkot Pertina Denpasar membawa pulang 5 medali terdiri dari 4 medali emas dan 1 medali perunggu dari ajang Kejuaraan Tinju Piala Gubernur NTB di Taliwang, Sumbawa Besar, yang berakhir Rabu (13/12) malam.

Dari hasil itu, Pertina Denpasar melampaui target yang dicanangkan semula, yakni 3 medali emas. Empat petinju yang berhasil menang di  final di kelas elite, kategori usia 18-25 tahun yakni Krispinus Mariano W kelas Layang Ringan (46 kg), Ferdi Seran kelas Terbang (52 kg), Jekri Riwu kelas Ringan (60 kg) dan Gregorius Gheda Dende kelas Welter Ringan (64 kg). Sedangkan medali perunggu diraih petinju Maxwel Lande kelas Bantam (56 kg) sehari sebelumnya. Maxwel memastikan medali perunggu setelah kalah di semifinal.

Petinju Krispinus Mariano W alis Ipin meraih medali emas setelah berhasil mengalahkan Jhon Engkeng (Sulut) dengan kemenangan angka. Medali emas berikutnya disumbangkan Ferdi Seran setelah mengalahkan petinju Yakobus Naitkafun (Bogor) juga dengan kemenangan angka. Kini giliran

Jekri Riwu Vs Sultan Lani (NTT), petinju asal Pertina Denpasar dinyatakan menang RSC pada ronde kedua. Sedangkan satu emas lagi dipersembahkan Gregorius Gheda Dende Vs Julio Nababan (Sumbar), petinju yang disapa Goris menang KO pada ronde pertama. Sehingga dari 4 petinju di partai final kemarin semuanya meraih medali emas.

"Empat petinju yang ke final, semua konsisten tampilannya. Sehingga kami dapat 4 medali emas untuk Pertina Denpasar," ungkap Ketum Pertina Denpasar Made Muliawan Arya atau yang biasa disapa De Gadjah.

De Gadjah mengaku sangat bersyukur dengan raihan medali emas petinju Pertina Denpasar. Dalam kejuaraan Piala Gubernur NTB, Pertina Denpasar total menerjunkan enam petinju. Hanya satu di antaranya kalah di perempat final. Satu lagi kandas di semifinal dan harus puas dengan raihan perunggu. Satu di antaranya turun di kategori youth atau remaja yakni Eduardus Putu Anggito yang turun di kelas layang ringan (45 kg). Namun Eduardus kalah di perempat final sehingga gagal mendapatkan medali.

Sementara satu petinju lagi, Maxwel Lande kelas Bantam (56 kg) di kategori elit, harus puas dengan medali perunggu. Setelah kalah di partai semifinal. Kekalahan Maxwel karena pelipisnya robek, dan wasit akhirnya menghentikan pertandingan RSC. "Untuk Ferdi Seran itu penampilannya sangat dahsyat, mengalahkan petinju asal Bogor," kata De Gadjah. Dengan hasil tersebut, itu berarti

ini evaluasi yang sukses pasca Kejurnas di Bangka Belitung. "Pertina Denpasar melampaui target, bahkan prestasi medalinya cukup tinggi. Kirim 6 petinju dapat 4 emas, 1 perak. Itu prestasi luar biasa," kata De Gadjah diamini pelatih Tinju Denpasar, Yulianus Leo Bunga.