Diposting : 11 August 2018 17:23
redaksi - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
PEMBINAAN KBT -- Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri ketika membacakan amanat tertulis Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, SIP., saat membuka kegiatan “Pembinaan Keluarga Besar TNI” di Aula Udayana-Makodam IX/Udayana, Denpasar, Jumat (10/8).
BALI TRIBUNE - KELUARGA Besar TNI (KBT) yang terhimpun dalam organisasi kepemudaan (Pemuda Panca Marga, FKPPI, dan Hipakad), dikumpulkan di Aula Udayana-Makodam IX/Udayana, Denpasar, Jumat (10/8) untuk dibekali pemahaman tentang wawasan kebangsaan (wasbang) juga diingatkan agar menjauhi bahaya penyalahgunaan narkoba.
 
“Para generasi muda harus menyadari bahwa akibat dari penyalahgunaan barang haram ini dapat mengganggu kesehatan secara fisik maupun psikologis, kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP), dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati, dan ginjal yang sangat fatal dan tidak jarang berakhir dengan kematian,” tegas Wiryawan Pritenaya, pemateri dari Badan Narkotika Nasional (BNN), ketika menyampaikan materi tetang “Bahaya Penyalahgunaan Narkotika”.
 
Menurutnya, saat ini Indonesia berada dalam posisi darurat narkoba, sehingga para generasi muda diharapkan dapat memahami betapa berbahayanya barang terlarang ini, dihadapkan dengan semakin maraknya perkembangan dan peredaran 65 jenis narkoba di Tanah Air belakangan ini.
 
Sebelumnya, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, SIP., dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri menyampaikan, kegiatan “Pembinaan Keluarga Besar TNI” ini merupakan metode pembinaan teritorial yang dapat digunakan untuk menyampaikan berbagai hal yang berkaitan dengan Kodam IX/Udayana kepada seluruh komponen bangsa, termasuk seluruh anggota KBT, karena memiliki ikatan emosional yang tinggi dengan prajurit yang masih terikat dinas aktif.
 
“Melalui kegiatan pembinaan yang kita laksanakan ini akan semakin mempererat hubungan tali silaturahmi antara Kodam IX/Udayana dengan seluruh anggota Keluarga Besar TNI yang berada di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Semoga tercipta kesamaan pemahaman dan wujud kerja sama yang nyata antara Kodam IX/Udayana dengan Keluarga Besar TNI untuk bersama-sama meningkatkan kepekaan dan kepedulian terhadap perkembangan lingkungan, khususnya dalam penyiapan komponen cadangan dan pendukung demi kepentingan pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” katanya.
 
Ketika menyampaikan materi tentang “Reaktualisasi Bela Negara dalam Perspektif Geopolitik Dapat Mendorong Indonesia Menjadi Bangsa Pemenang”, Kasdam memaparkan tentang isu global dan berbagai perubahan yang terjadi dengan begitu cepatnya yang memberikan pengaruh sangat luas, sekaligus sebagai ancaman dalam bentuk perang baru yaitu, proxy war, narkoba, seks bebas, dan teror, yang kesemuanya dapat mengikis rasa kebangsaan dan cinta Tanah Air/ “Semua ini sangat berbahaya bagi kelangsungan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Kasdam.
 
Manyadari kenyataan ini, KBT terutama generasi mudanya, sebagai generasi penerus bangsa agar senantiasa dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme dan cinta Tanah Air dalam geostrategi bela negara, sesuai dengan tema yang diusung dalam acara ini “Mari Kita Wujudkan Rasa Cinta Tanah Air, Wawasan Kebangsaan, Kesadaran Bela Negara bagi KBT melalui Bebas Narkoba dan Terhindarnya dari Pergaulan Seks Bebas Guna Menjaga Keutuhan NKRI”.