Bali Tribune, Senin 28 Mei 2018
Diposting : 8 May 2018 21:01
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
traveling
Keterangan Gambar: 
INTERNET -- Berkat kemudahan akses internet, kalangan milenial saat ini cenderung melakukan traveling dan suka selfie

 

                        

 

 

 

Badung, Bali Tribune

Kemudahan akses internet memicu generasi milenial, baik dari dalam negeri dan luar negeri untuk berwisata ke Pulau Dewata, namun pola berwisata ini biasanya tidak hanya murni untuk liburan.

 

Sebagian wisatawan dari kalangan milenial datang ke Bali untuk berlibur sembari bekerja dengan menggunakan akses internet. “Kalangan milenial saat ini cenderung melakukan traveling atau perjalanan wisata. Milenial sekarang mainnya liburan dan selfie," ujar Jamalul Izza, Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), di sela Munas APJII di Nusa Dua, Senin (7/5).

Tidak hanya saat liburan sambil bekerja generasi milenial ini juga memerlukan akses internet, bahkan ketika dalam perencanaan liburan pun mereka mencari akomodasi di destinasi yang akan dikunjungi menggunakan akses internet. Salah satunya memesan tiket pesawat, booking hotel, dan mencari tahu sesuatu yang ada di destinasi itu melalui internet.

Hal ini berdampak pada peningkatan transaksi konten-konten perjalanan wisata. "Contohnya konten travel bisa meningkat tajam kenaikannya, pesanan tiket dan hotel ini menandakan traveling atau wisata semakin meningkat," beber Jamalul.

Sehingga, pihaknya tidak hanya menciptakan e-commerce juga membuat konten-konten untuk promosi wisata, seperti potensi wisata yang ada di Bali dan daerah lainnya. Pihaknya pun membenarkan kemudahan mengakses internet ini memicu kalangan muda agar tertarik bepergian ke suatu daerah ataupun negara.

"Internet ini bisa membuat anak-anak muda suka berwisata. Contohnya, di Bali ada namanya liburan sambil bekerja atau istilahnya wisata nomaden. Kadang-kadang pihak luar saja mau datang ke Indonesia, mereka sewa villa atau penginapan lengkap makanan dan sekarang banyak fasilitas untuk nomaden itu seperti di Canggu, Badung, mereka bayar murah dan koneksinya bagus," papar Jamalul.

Untuk wisatawan jenis ini koneksi internet adalah yang terpenting, sehingga mereka secara langsung dapat mengerjakan pekerjaannya. "Misalnya, kerja dan selesai kerja pusing, bisa turun main surfing. Setelah itu kerja lagi, itu harus didukung oleh internet yang stabil," harapnya.

Akses internet untuk mendukung pola berwisata tersebut di Bali cukup bagus, karena provider anggota APJII di pulau ini pun terbilang banyak. Bahkan kecendrungannya, setiap tahun akan semakin meningkat sekitar 8-10 persen generasi milenial yang melakukan kegiatan wisata sambil bekerja.